Kena Musibah Malah Dikenai Denda

Pagi ini saya ‘disetrap’ PT KAI Commuterline Jabodetabek alias PT KCJ. Bayangkan, sejak jam 9:30 sampai jam 12:30 saya tidak bisa keluar stasiun! Apa pasal? Saya kehilangan tiket elektronik atau lebih dikenal dengan kartu multi trip (KMT).

KMT saya ini berupa kartu flazz BCA yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi, termasuk tiket KRL, Bus Transjakarta.

flazz-bca-commuterline

Saya baru menyadari kehilangan KMT saat sampai di stasiun tujuan. Saya sudah obrak-abrik isi tas dan saku baju, namun tidak ketemu. Dengan lesu, saya lapor ke petugas PKD yang berjaga di pintu kelauar dengan harapan ada solusi positif.

Ironisnya, laporan tentang musibah kehilangan ke petugas justru membuat saya makin jantungan. Bagaimana tidak? Saya malah ditodong denda sebesar Rp 50,000! Padahal tari perjalanan saya dari Stasiun Duren Kalibata sampai ke Stasiun Gondangdia hanya Rp 2,000. Gimana gak jantungan? wong saya cuma punya uang Rp 20,000. Itu pun untuk makan siang dan ongkos pulang naik Kopaja 😥

Dengan setengah merengek, saya minta keringanan ke petugas, karena saya tidak punya uang. Ternyata solusi yang ditawarkan malah membuat saya meneteskan air mata. Saya malah disuruh meninggalkan KTP untuk ditebus di kemudian hari dengan denda sebesar Rp 50,000 tadi.

“Ya Allah, Mas… masak tega. Wong saya sudah kehilangan, malah disuruh bayar lima puluh ribu?”

Akhirnya saya dibawa ke ruang kepala stasiun yang akhirnya juga tidak membawa solusi karena kepala stasiun dan stafnya tidak ada di tempat. Saya disuruh menunggu sampai waktu yang entah kapan sementara saya sudah sangat terlambat untuk masuk kantor.

Akhirnya saya minta tolong petugas tersebut untuk menghubungi stasiun tempat saya berangkat tadi. Siapa tahu KMT saya jatuh di peron tempat saya menunggu. Lalu saya pun disuruh naik tangga lagi ke lantai tiga tempat ruang staf informasi.

Di sana petugas informasi yang ramah mempersilahkan saya duduk sambil menghubungi Stasiun Duren Kalibata. Dia juga menghubungi petugas PKD yang berada di dalam KRL 12 gerbong yang tadi saya naiki, barangkali menemukan KMT saya terjatuh di dalam gerbong.

Sambil menunggu laporan dari petugas di Stasiun Duren Kalibata dan PKD di KRL 12 gerbong, petugas informasi itu terus mengumumkan posisi KRL kepada calon penumpang di Stasiun Gondangdia.

Singkat cerita, KMT saya tidak ditemukan. Kemungkinan besar KMT saya terjatuh dan diambil orang, apalagi KMT saya berupa kartu flazz yang dapat digunakan untuk belanja di supermarket meskipun saldonya ‘hanya’ Rp 23,000.

Saya sangat menyayangkan kebijakan PT KCJ yang membebankan denda sebesar itu untuk orang yang kehilangan kartu tiket elektronik, baik KMT maupun THB (Tiket Harian Berjamin. Red). Ibaratnya, orang kena musibah kehilangan uang (berupa kartu) malah disuruh keluar uang. Dan ketika orang tersebut tidak punya uang, malah disuruh menggadaikan KTP dan tetap harus menebusnya. Sangat tidak adil!

 

 

 

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

7 Comments

  1. Saya belum pernah naik KCJ, tapi pernah naik trans jakarta… kebetulan waktu itu ada ibu2 yg gak punya kartu namun numpang sama orang yang ada kartu, trus ibu tsb ngasih duit ke yg punya kartu.. Kalo di kereta gak bisa gitu ya???? Nebeng sama org yg punya kartu..

    Reply
    • Klo naik KRL gak bisa bang, karena tarif tiketnya tergantung jarak. Gak seperti Transjakarta yang jauh dekat tarifnya sama.

      Reply
  2. Terus jadinya gimana? Tetep ninggalin KTP dan harus ditebus 50 rb?

    Reply
    • Akhirnya saya terpaksa ngibul Mas… Karena udah capek dan bete harus turun tangga lagi menuju pintu keluar dan berhadapan dg petugas yg galak, maka saya putuskan naik KRL yg melintas di depan saya. Lalu di stasiun berikutnya saya turun dan keluar melalui gerbang ‘tap out’ menggunakan KMT lain yg ada di dompet saya. Krn memang tdk tap in, otomatis eror dan gerbang tdk bisa terbuka. Saya pun dikenaik suplisi 10ribu. Lumayan lah daripada 50rb :p

      Reply
  3. ih ketat banget ya. mungkin mereka lelah ngadepin kejadian berulang dan jadinya keukeuh sesuai sisdur.

    Reply
  4. turut prihatin mba. menurut saya kartu communter line sudah saatnya menggunakan sistem ID gitu ya mba, lengkap dengan nama, foto, dll sesuuai KTP. jadi yang bisa menggunakan ya orang yang punya, gak sembarangan orang, jadinya kalau kehilangan bisa dilacak, hmmm

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: