Hari ini Setahun Lalu

Ibu, Mas Kai, dan Dedek Qudsi di RS Harapan Bunda

Ibu, Mas Kai, dan Dedek Qudsi di RS Harapan Bunda

Hari ini setahun lalu kau meluncur dari perutku

Puji syukur pada-Nya kau lahir dengan mudahnya

Seolah kau tahu ‘derita’ ayah ibumu kala itu.

wpid-img_20140602_071015.jpg

New born Qudsi

Hari ini setahun lalu

Allah kirimkan hadiah buat kami

kado terindah untuk kami,

penyejuk mata kami,

penghilang peluh dan penat kami,

sumber kerinduan kala kita terpisah jauh seharian.

Selamat ulang tahun Qudsiku sayang

Semoga Allah senantiasa merahmati dan membimbingmu

menjadi hamba-Nya yang taat… amiin.

1 year Qudsi

1 year Qudsi

Advertisements

Surga di Telapak Kakimu

surga di telapak kaki ibuKu nyanyikan semua lagu
Untukmu Ibu
sebagai wujud terima kasih
Ku kepada mu

Tanpa lelah kau berjuang membesarkan ku
Berikan yang terbaik untuk ku

Ijinkanlah tangan mu ku cium
Dan ku bersujud dipangkuan mu
Temukan kedamaian
Dihangat peluk mu

Didalam hati ku yakin
Serta percaya
Ada kekuatan doa yang
Engkau titipkan

Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
Ini rapuh dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kaki mu
Betapa besar arti diri mu
Buka pintu maaf mu
Saat kulukai hati mu

Ada surga di telapak kaki mu
Lambangkan mulianya diri mu
Hanya lewat restu mu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidup ku
Tiada seorang pun yang dapat mengganti mu

(sung by Gita Gutawa)

Mimpi Langit Biru

Pagi ini Jakarta gerimis

Langitnya pucat kelabu,

mendung bercampur kabut dan asap

Hawa sumuk, meski diguyur air

Inilah wajah kotaku

yang sudah sumpek oleh polusi

Langit biru mustahil terlihat dari sini

Wahai langit biru

aku mencarimu

untuk kebahagiaan anak cucuku

Wahai langit biru

aku ingin menggapaimu…

Jakarta, 3 November 2012

Anakmu Bukan Anakmu

Puisi karya Kahlil Gibran ini adalah favorit saya, karena selalu menyadarkan diri yang ‘serakah’ ini akan hakikat kehidupan dan menjalankan amanah Tuhan sebagai orang tua

Anakmu Bukan Anakmu
Anak adalah kehidupan,
mereka sekedar lahir melaluimu
tetapi bukan berasal darimu

Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayangmu tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,
karena jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun

Bisa saja mereka mirip dirimu,
tetapi jangan pernah menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan,
dan tidak tenggelam di masa lampau

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur
Sang Pemanah Mahatahu sasaran bidikan keabadian
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap

Anak Hebat

Kadang aku bertanya…

Apakah harus menjadi ibu rumah tangga untuk menghasilkan anak hebat?
Apakah orang-orang hebat dibesarkan oleh ibu yang hanya di rumah?

Soekarno, Hatta, Andreas Harefa, Merry Riana, Sony Sugema,
hanya segelintir nama yang dibesarkan oleh ibu rumah tangga

Adakah orang-orang hebat yang dibesarkan oleh ibu bekerja?

Barrack Obama, Steve Jobs, Sandiaga Uno,
adalah segelintir nama yang tumbuh dari keluarga dengan ibu yang bekerja

Namun ternyata…
Manusia hebat akhir zaman,
Muhammad SAW,
besar dalam keadaan yatim piatu
Ia diasuh paman yang miskin

Jadi,
apa yang membuat anak manusia tumbuh menjadi orang hebat?

Anak Hebat

Kadang aku bertanya…

Apakah harus menjadi ibu rumah tangga untuk menghasilkan anak hebat?
Apakah orang-orang hebat dibesarkan oleh ibu yang hanya di rumah?

Soekarno, Hatta, Andreas Harefa, Merry Riana, Sony Sugema,
hanya segelintir nama yang dibesarkan oleh ibu rumah tangga

Adakah orang-orang hebat yang dibesarkan oleh ibu bekerja?

Barrack Obama, Steve Jobs, Sandiaga Uno,
adalah segelintir nama yang tumbuh dari keluarga dengan ibu yang bekerja

Namun ternyata…
Manusia hebat akhir zaman,
Muhammad SAW,
besar dalam keadaan yatim piatu
Ia diasuh paman yang miskin

Jadi,
apa yang membuat anak manusia tumbuh menjadi orang hebat?

Menjadi Orang Tua

Menjadi orang tua membuatku berkaca
Betapa terjal dan curam jalan yang dilalui ayah ibuku dulu
demi aku, buah hati mereka

Menjadi orang tua membuatku mengerti
Mengapa Tuhan memuliakan ayah ibu kita
Sehingga kita harus berbakti pada mereka

Menjadi orang tua membuatku mengeja
Bahwa cinta dan pengorbanan bagai sisi keping mata uang yang tak terpisahkan

Menjadi orang tua membuatku memohon
Seperti apa yang dimohonkan Nabi Ibrahim dan Zakaria

Menjadi orang tua membuatku belajar
memantaskan diri menjadi orang tua dari anak yang diharapkan Kitab Suci

Menjadi orang tua membuatku meminta
agar Tuhan senantiasa membimbing kami
menjadi orang tua seperti perintah-Nya

Menjadi orang tua membuatku berdoa
agar hati ini dijaga-Nya ikhlas
tak berpamrih kelak ketika anakku dewasa
Agar hanya Dia yang mencatat segalanya….

Menjadi Orang Tua

Menjadi orang tua membuatku berkaca
Betapa terjal dan curam jalan yang dilalui ayah ibuku dulu
demi aku, buah hati mereka

Menjadi orang tua membuatku mengerti
Mengapa Tuhan memuliakan ayah ibu kita
Sehingga kita harus berbakti pada mereka

Menjadi orang tua membuatku mengeja
Bahwa cinta dan pengorbanan bagai sisi keping mata uang yang tak terpisahkan

Menjadi orang tua membuatku memohon
Seperti apa yang dimohonkan Nabi Ibrahim dan Zakaria

Menjadi orang tua membuatku belajar
memantaskan diri menjadi orang tua dari anak yang diharapkan Kitab Suci

Menjadi orang tua membuatku meminta
agar Tuhan senantiasa membimbing kami
menjadi orang tua seperti perintah-Nya

Menjadi orang tua membuatku berdoa
agar hati ini dijaga-Nya ikhlas
tak berpamrih kelak ketika anakku dewasa
Agar hanya Dia yang mencatat segalanya….

Untuk Anakku

Mungkin kau hanya mengenalku di akhir pekan
karena di hari-hari lain aku harus berkejaran dengan waktu
demi seonggok materi agar perutmu tetap terisi

Mungkin kau hanya mengenalku di penghujung hari
kala kantukmu tak tertahankan
hingga kau tertidur nyaman dalam dekapanku

Mungkin kau hanya mengenalku dalam gelap malam
saat tidurmu terusik oleh dahaga
atau karena popokmu yang basah

Mungkin kau hanya mengenalku di pintu pagar
kala aku hendak pergi di awal hari dan kembali lagi di penghujung hari

Mungkin kau hanya mengenalku lewat air susuku
yang dengan segenap kasih kualirkan ke dalam bejana-bejana cinta

Mungkin kau hanya mengenalku lewat hidangan sehat yang kau santap
yang kubuat dengan sepenuh hati saat kau masih terlelap

Mungkin aku tak pernah hadir setiap kau merayakan kemampuan barumu untuk pertama kali,
kala gigi pertamamu tumbuh
kala kau mampu duduk sendiri tanpa ditopang
kala kedua kakimu mulai bertumpu
atau kala langkah perdanamu berhasil membuatmu berjalan

Mungkin aku bagai sosok tak kasat mata buatmu
Karena aku tak selalu di sisimu
Karena aku jarang bermain denganmu
Namun tak mengapa bagiku
Karena cintaku buatmu tak pernah surut
Sebab Sang Pencipta pun tak pernah nampak di hadapanmu
Namun kasih sayang-Nya begitu nyata

I love you, my dear son…

Jakarta, 1 Oktober 2011

Untuk Anakku

Mungkin kau hanya mengenalku di akhir pekan
karena di hari-hari lain aku harus berkejaran dengan waktu
demi seonggok materi agar perutmu tetap terisi

Mungkin kau hanya mengenalku di penghujung hari
kala kantukmu tak tertahankan
hingga kau tertidur nyaman dalam dekapanku

Mungkin kau hanya mengenalku dalam gelap malam
saat tidurmu terusik oleh dahaga
atau karena popokmu yang basah

Mungkin kau hanya mengenalku di pintu pagar
kala aku hendak pergi di awal hari dan kembali lagi di penghujung hari

Mungkin kau hanya mengenalku lewat air susuku
yang dengan segenap kasih kualirkan ke dalam bejana-bejana cinta

Mungkin kau hanya mengenalku lewat hidangan sehat yang kau santap
yang kubuat dengan sepenuh hati saat kau masih terlelap

Mungkin aku tak pernah hadir setiap kau merayakan kemampuan barumu untuk pertama kali,
kala gigi pertamamu tumbuh
kala kau mampu duduk sendiri tanpa ditopang
kala kedua kakimu mulai bertumpu
atau kala langkah perdanamu berhasil membuatmu berjalan

Mungkin aku bagai sosok tak kasat mata buatmu
Karena aku tak selalu di sisimu
Karena aku jarang bermain denganmu
Namun tak mengapa bagiku
Karena cintaku buatmu tak pernah surut
Sebab Sang Pencipta pun tak pernah nampak di hadapanmu
Namun kasih sayang-Nya begitu nyata

I love you, my dear son…

Jakarta, 1 Oktober 2011