Dicari : Kosmetika Halal!

Belakangan ini aku lagi senang ‘bercentil-centil’ ria gara-gara sebuah permintaan. “Sekali-kali kamu dandan kayak gini donk, sayang,” ujar suamiku sambil memandangi foto manten kami.

Waks! Awalnya gak percaya juga bakal ada request macam gini, apalagi aku termasuk orang yang jarang banget dandan, khawatir salah-salah jadi tabaruj. Kalo dandan asal bedakan n pake lipbalm sih udah biasa lah ya… tapi ini dandan full make up kayak waktu jadi manten dulu?!! Emang sih, banyak yang bilang riasan mantenku bagus, gak menor, dan manglingi 😉 Thanks to Mbak Ida & Ida’s Salon-nya!

Namun demikian, di sisi lain aku bersyukur atas request suamiku itu, karena ‘ilmu sederhana’ tentang rias wajah dari sobatku ‘Neng Ophie’ a.k.a. ‘Bunda Hafidz’ waktu ngekos dulu jadi berguna juga hehehe. Thanks, Ophie!

Zap! Langsunglah besoknya aku ngublek Mbah Google dengan keywords “make up tutorial”. Dari sinilah kemudian aku mengenal Michelle Phan, seorang seniman (pelukis dan perias wajah) belasteran AS dan Vietnam yang rajin upload video make up tutorial dan tips kecantikan di Youtube. Alih-alih aku jadi ‘kecanduan’ tips-tips dari cewek yang menurut wikipedia sebagai Youtuber yang paling sering dilihat videonya.

Berbekal pengetahuan dasar rias wajah dari Neng Ophie dan tutorialnya Michelle Phan, aku jadi tahu oh, ternyata foundation tuh selain yang cair, ada juga yang krim dan bubuk. Terus, cara mengaplikasikannya ada tekniknya biar hasilnya halus dan mulus di wajah. Dari video basic concealer tutorial-nya Michelle Phan aku juga jadi tahu bagaimana teknik shading dan highlight pada wajah. Ini cukup menjawab penasaranku kenapa wajahku bisa manglingi waktu jadi manten kemarin hihihi… Intinya, aku banyak berguru sama Michelle Phan soal make up dan tips kecantikan. Thanks, Ms. Phan!

Anyway, meskipun masih belajar, tapi alhamdulillah hasilnya lumayan lah… Dibilang cantik (sama suami loh) dan tidak menor hehehe…. Ya iyalah gak menor, soalnya gak pake eye shadow. Maklum belum jago memulas eye shadow plus koleksi warna eye shadow sangat terbatas hehehe… ;p

Kosmetik Halal, Emang Ada?

Lalu, bagimana dengan produk kosmetiknya? Yang pasti, jadi ada pos baru untuk beli produk make up lah yaw. Tapi kalo dihitung-hitung lumayan ekonomis lah ya. Selain buat belajar—karena keahlian merias wajah tergantung jam terbang—kalau kondangan atau acara resmi, kan jadi gak perlu keluar duit buat salon, tul gak?! Tul aja deh 😉

But above all, ada yang perlu digarisbawahi. Dan hal ini yang sempat membuat aku jadi lebih teliti dan hati-hati. Karena eh karena… ternyata hampir semua produk kosmetik menggunakan bahan haram, terutama alkohol dan bahan turunan dari babi. Wedew!

Bukannya promosi sebuah merk kosmetik, tapi akhirnya aku beralih menggunakan kosmetik yang bersertifikasi halal. Memang harganya lebih mahal, tapi buat saya sebagai muslimah, nilai keberkahan tidak diukur dari besarnya rupiah yang saya keluarkan untuk membeli produk halal tersebut. Dan alhamdulillah so far kulit saya cocok dengan merk tersebut. Anyway, saya salut dengan Layla Mandi, seorang mualaf asal Kanada yang menggagas kosmetik halal, lantaran prihatin dengan produk kosmetik yang digunakan para muslimah di seluruh dunia mengandung unsur haram.

Layla Mandi
Pada umumnya produsen kosmetik, baik yang skin care maupun make up, hanya mencantumkan bahan aktif yang digunakan, bahkan masih sangat banyak yang tidak mencantumkan sama sekali. Dan dari penelusuran di direktori halal MUI, sebagian besar produk kosmetik terkenal made in Indonesia tidak punya sertifikasi halal–apalagi yang made in luar negeri ya.

Memang, alkohol dan bahan turunan dari babi umumnya digunakan bukan sebagai bahan utama atau bahan aktif kosmetik. Bahan-bahan tersebut digunankan sebagai campuran atau pelarut. Tapi tetap saja intinya haram, ya tho?

Selain produk kosmetik, alat-alat pemulas kosmetik seperti kuas eye shadow, blush on, dll pun ternyata ditemukan banyak yang terbuat dari bulu babi. Waduh, ngeri! Sempat terpikir mau beli kuas buatan The Body Shop juga sih yang ngaku ‘Against animal testing’. Tapi harganya bo’! Satu kuas aja harganya di atas Rp 100.000… OMG! Sempat terpikir untuk motong rambut sendiri dan merangkainya jadi kuas hehehe…

Tapi ternyata ada juga lho kuas yang terbuat dari bulu ekor kuda, bulu kambing, domba, musang, atau tupai. Kuas yang terbuat dari bulu binatang ini memang halus di kulit dan harganya lebih mahal dari bulu babi. Bulu musang yang ‘katanya’ paling halus so pasti paling mahal. Nah, kalau yang lebih murah ada juga kuas yang terbuat dari bahan sintetis. Tapi memang di kulit (agak) kasar.

Cara Membedakan Kuas Bulu Hewan (Babi) dan Bukan

‘Bristle’ alias kuas bulu babi
Rambut atau bulu adalah suatu protein yang bernama keratin. Keratin merupakan salah satu kelompok protein yang dikenal sebagai protein serat. Protein serat memiliki struktur panjang. Setiap hewan memiliki protein keratin pada bagian dermis (permukaan) dari kulit, kuku, paruh, sisi ikan, tanduk, dan kuku binatang. Sebagai halnya protein, maka rambut/bulu yang mengandung keratin saat dibakar akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut sama ketika kita mencium aroma daging yang dipanggang.

Sementara bila kuas itu terbuat dari ijuk atau sabut ketika dibakar pasti akan langsung terbakar, dan tidak mengeluarkan aroma spesifik selain bau abu pembakaran. Ketika dibandingkan dengan sapu ijuk dibakar jelas sekali terdapat perbedaan bau yang sangat kentara.

Selain ciri-ciri tadi, kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi masih memiliki perbedaan pada warna. Kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi biasanya berwarna putih. Biasanya kuas yang berwarna putih nan lembut itu harganya lebih tinggi dibanding barang serupa. Kuas berwarna putih itu di pasaran biasa disebut kuas bristle .

Demikian curhat ‘gak penting’ Mbak Je. Semoga bermanfaat… 😉

Lulur Madu Susu Kopi


Description:
Lulur alami dari bahan-bahan rumahan ini terbukti menghaluskan kulit

Ingredients:
1/2 gelas susu murni (susu sapi/susu kambing)
5 sendok penuh makan kopi tubruk
3 sendok makan madu murni

Directions:
-Campur semua bahan jadi satu ke dalam mangkuk
-Aduk-aduk rata dengan sendok
-Lulur siap dipakai

Saran pemakaian:
-Oleskan adonan lulur ke seluruh tubuh, termasuk wajah
-Diamkan minimal 15 menit
-Gosok-gosok seluruh tubuh
-Bilas dengan air hangat
-Rasakan sensasi halusnya kulit Anda 😉

Catatan:
Setelah dibilas, tubuh tidak perlu disabuni lagi, karena butiran kopi yang berfungsi sebagai scrub telah mengangkat kotoran dari permukaan kulit.