Kai Berenang

Libur Lebaran kemarin Kai (7m) berenang sama Bapak & Ibu di Kolam Renang Persada, Halim, Jakarta Timur. Byur… byur…. segerrrr 😀

*Baju renang bapak ibu: Iqna’ fashion
**Celana renang Kai: Zigie Zag Cloth Diaper (aslo suitable for swimming)

Advertisements

Lebaran Pertama Kai

1 Syawal 1432 Hijriyah adalah Idul Fitri pertama Kai. Meskipun tidak ikut berpuasa Ramadhan, Kai tetap ikut berlebaran lhoo… 

Diawali dengan sholat Id di pagi hari, Kai duduk anteng di stroller selama prosesi sholat Id berlangsung. Bahkan ketika bayi-bayi lain yang ‘dicuekin’ ibunya sholat pada menangis, Kai tetap diam anteng dan tidak menangis. Hanya saja, ketika khotib berkhutbah, Kai mengantuk dan tertidur. Mungkin karena isi khutbahnya agak membosankan, makanya Kai ngantuk hehehehe…

Usai sholat, Kai sarapan di rumah disuapi Bapak. Dilanjutkan sungkem sama Eyang, Bapak, dan Ibu. Habis itu cabut ke Depok ke rumah Eyang Mimi dan Eyang Nur. Perjalanan menuju Depok amat sangat lancar. Jalanan sepi. Mungkin karena banyak yang baru merayakan Idul Fitri keesokan harinya, mengikuti pemerintah. Karena itu pula, Kai baru mengunjungi rumah ibunya Bapak (nenek) di Joglo keesokan harinya.

Namun demikian, Kai yang biasanya anteng dan murah senyum di lingkungan rumah, saat silaturahmi kemarin agak mewek, terutama di siang hari dan menjelang malam. Bahkan ketika digendong Eyang Lia, Kai sempat nangis ngejer sampai muntah. Ibu tidak heran, karena menurut literatur yang ia baca, bayi usia 6 bulan mulai mengembangkan kemampuan waspada. Karena itulah Kai sudah mengenali orang-orang yang biasa mengasuhnya dan orang yang asing buatnya. Subhanallah ya… Ternyata Allah Yang Maha Pencipta sudah kumplit merancang brainware untuk manusia.

Lantas, apakah acara Idul Fitri kemarin gagal? Tentu tidak! Justru Kai menjadi pusat perhatian. Hanya saja, tidak ada yang ‘tega’ menggendong Kai (kecuali Bapak dan Ibu) dan hanya melihat dari kejauhan supaya Kai tidak menangis.

Om, Tante, Eyang, Nenek, Mas, Mbak, maaf ya kalau saat ini hanya bisa melihat senyum dan kelucuan Kai di facebook dan multiply saja .

*Ket: foto-foto diambil saat Hari H dan H+1 Idul Fitri pas Kai lagi happy… Yang lagi mewek gak sempet difoto

Naik KRL Ke Rumah Eyang Mimi

Kemarin (22/08) Kai naik Kereta Rel Listrik (KRL) ke Depok bersama ibu dan Eyang. Tujuannya menjenguk Eyang Mimi yang baru saja dioperasi usus buntu tiga hari lalu.

Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, jam 8 pagi kami sudah berangkat. Ketika berangkat dari rumah menuju Stasiun Duren-Kalibata, Kai tertidur. Tapi ketika sudah di dalam KRL Commuter Line Depok yang lengang, Kai terbangun. Kai terpana merasakan suasana KRL yang nyaman ber-AC. Kedua mata Kai terpaku pada jendela kereta yang meneruskan sinar matahari pagi yang cerah. “Kok gambarnya bergerak-gerak ya?” Begitu mungkin pikir Kai melihat jendela KRL. Sambil dipangku eyang, tubuh Kai bergoyang-goyang mengikuti irama KRL yang tengah melaju.

Jam 8.45 Kai, ibu, dan eyang sudah sampai di Stasiun Depok Baru. Karena perjalanan lancar, jam 9.00 sudah sampai di rumah Eyang Mimi. Eyang Mimi senang sekali Kai berkunjung.

“Eh lucu!” ujar Eyang Mimi ketika melihat Kai. “Kene, dikek kene (sini, ditaruh sini. Red),” ujar Eyang Mimi menunjuk ruang kososng di tempat tidurnya.

Jadilah Kai tiduran di sebelah Eyang Mimi. Kai memegang tangan Eyang Mimi sambil berguling-guling dan mengoceh-ngoceh sendiri.

“Cerita apa kamu?” tanya Eyang Mimi

“Ta..ta..ta..ta.,.” jawab Kai.

“Ya… Cepet gede ya, biar bisa cerita,” kata Eyang Mimi lagi. Wah, Eyang Mimi rupanya tidak sabar melihat Kai besar hehehe…

Kai pintar, anteng di rumah Eyang Mimi, bahkan bisa menghibur Eyang Mimi. Alhamdulillah