Diusir MP?

Jantung rasanya mau copot waktu baca imbauan ini. Gimana gak copot, multiply (MP) yang udah kayak kompleks perumahan dengan penghuninya yang hangat akan ‘diusir’ per 1 Desember 2012 . Isi blog, foto, buku tamu, dll akan dihapus per tanggal tersebut.

Jujur saja, banyak sekali teman-teman baru yang aku dapat karena bergabung di jejaring sosial MP. Tidak seperti jejaring sosial lain, seperti facebook atau twitter yang cuma pamer status dan foto, MP lebih mendalam dari itu. Di MP kita bisa berkontemplasi, bertukar pikiran, transfer ilmu, dll. Sehingga teman-teman yang kukenal lewat MP benar-benar ‘dekat’.

Dan jujur, lewat MP ini pula aku pernah terhubung dengan seseorang hingga taaruf, meskipun tidak jadi hehehe… Dan tidak sedikit juga teman-teman MP yang bertemu jodohnya lewat MP ini. Pokoknya banyak lah yang terjadi di kompleks MP ini. Apalagi aku sudah menghuni MP sejak 2005.

Well, sebenarnya secara sistem, aku tidak perlu panik, karena yang akan dihapus konten dan akunnya adalah blogger MP yang profilnya tidak berlalbel ‘online seller‘. Nah, karena aku online seller, maka nasib rumah mayaku ini aman. Tapi…..

Tapi tidak semua teman MP-ku online seller!!!!  Sebenarnya mereka cukup merubah profil mereka menjadi online seller agar tidak diusir. Tapi (lagi) apa yang mereka jual?? Karena mereka memang bukan online seller (OS). Jadi kupikir, ini sebuah pemaksaan !!! Online seller akan dipisahkan dengan para blogger yang bukan online seller.

Yah…. mau gimana lagi yah, secara bukan aku yang punya MP. Meskipun di forum MP Indonesia Seller banyak para OS yang protes, karena blogger biasa adalah pasar potensial untuk mereka, tapi MP tetap bergeming. MP keukeuh pada pendiriannya… hix

Buat teman-temanku semua di MP, aku harap silaturahmi kita tidak putus ya, meskipun sudah pada pindah rumah/perumahan.

Anak Hebat

Kadang aku bertanya…

Apakah harus menjadi ibu rumah tangga untuk menghasilkan anak hebat?
Apakah orang-orang hebat dibesarkan oleh ibu yang hanya di rumah?

Soekarno, Hatta, Andreas Harefa, Merry Riana, Sony Sugema,
hanya segelintir nama yang dibesarkan oleh ibu rumah tangga

Adakah orang-orang hebat yang dibesarkan oleh ibu bekerja?

Barrack Obama, Steve Jobs, Sandiaga Uno,
adalah segelintir nama yang tumbuh dari keluarga dengan ibu yang bekerja

Namun ternyata…
Manusia hebat akhir zaman,
Muhammad SAW,
besar dalam keadaan yatim piatu
Ia diasuh paman yang miskin

Jadi,
apa yang membuat anak manusia tumbuh menjadi orang hebat?

Mendramatisir Keadaan

Pernah melihat anak kecil yang sedang belajar berjalan terjatuh? Apa yang terjadi jika orang-orang di sekitarnya pura-pura tidak tahu dan menyemangatinya untuk berdiri kembali? Jawabannya bisa dipastikan anak tersebut tidak menangis karena lupa pada ‘jatuhnya’.

Namun apa yang terjadi bila orang-orang di sekitarnya mendramatisir keadaan (baca: lebay) sampai-sampai mengkambinghitamkan lantai sebagai penyebab jatuhnya si anak? Bisa ditebak si anak menangis meraung-raung dan ikut mengutuki lantai.

Dalam kehidupan sosial sehari-hari, orang dewasa pun ternyata seringkali ‘terjatuh’ atau ‘tersakiti’. Namun karena keadaan yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak disengaja ini sering ditanggapi secara lebay alias didramatisir, maka hasilnya pun jadi lebay. Sakit yang amat sangat tak pelak menimbulkan amarah. Bahkan tak jarang menimbulkan dendam kesumat (tuh kan lebay deh ah…).

Andai saja keadaan ter- (sesuatu yang tidak disengaja) tersebut tidak didramatisir, tentu hasilnya seperti anak yang sedang belajar jalan tadi. Ia menganggap angin lalu rasa sakit yang disebabkan oleh ‘terjatuhnya’. Lebih dari itu, ia berani bangkit dan tak gentar berjalan lagi. Wallahua’lam bishawab

Aku Terkungkung Pikiranku Sendiri

Aku ingin berbagi
Tapi aku tak punya apa-apa

Aku ingin berderma
Tapi untuk hidupku sendiri saja sulit

Aku ingin menghabiskan waktu bersamammu
Tapi waktuku sedikit sekali

Aku ingin bersantai dan bersenang-senang
Tapi aku sangat sibuk

Aku ingin berbisnis
Tapi aku tak punya modal

Aku ingin kaya raya
Tapi apakah aku bisa?

Aku ingin maju dan sukses
Tapi aku harus kerja keras

Aku ingin bisa kerja keras
Tapi aku terlalu lemah

Aku ingin bahagia
Tapi hidupku susah

Padahal Allah berfirman:
Bersedekahlah di waktu lapang dan sempit
Jangan berserdih, karena Allah bersamamu
Merugilah manusia, kecuali yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati

Sungguh,
Aku terkungkung pikiranku sendiri…

Pancasila sebagai Manual Bangsa

Pancasila yang dirumuskan dengan penuh perjuangan oleh para pendiri bangsa ini, kini mulai luntur. Perlahan Pancasila berganti dengan berbagai ideologi tak jelas. Tak heran bangsa ini kian lama kian amburadul.

Video yang diunggah dari youtube ini cukup menjelaskan segalanya dengan sederhana… I like it 🙂

Menjadi Orang Tua

Menjadi orang tua membuatku berkaca
Betapa terjal dan curam jalan yang dilalui ayah ibuku dulu
demi aku, buah hati mereka

Menjadi orang tua membuatku mengerti
Mengapa Tuhan memuliakan ayah ibu kita
Sehingga kita harus berbakti pada mereka

Menjadi orang tua membuatku mengeja
Bahwa cinta dan pengorbanan bagai sisi keping mata uang yang tak terpisahkan

Menjadi orang tua membuatku memohon
Seperti apa yang dimohonkan Nabi Ibrahim dan Zakaria

Menjadi orang tua membuatku belajar
memantaskan diri menjadi orang tua dari anak yang diharapkan Kitab Suci

Menjadi orang tua membuatku meminta
agar Tuhan senantiasa membimbing kami
menjadi orang tua seperti perintah-Nya

Menjadi orang tua membuatku berdoa
agar hati ini dijaga-Nya ikhlas
tak berpamrih kelak ketika anakku dewasa
Agar hanya Dia yang mencatat segalanya….

Perusak Hati (Heart Breaker) & Cara Memperbaikinya (Fixing A Broken Heart)

Buat yang sedang ‘galau’, broken heart, atau apapun istilahnya… Berikut ini cara fixing a broken heart yang saya ambil dari sini.

Berkata Imam Ibnul Qoyyyim rohimahulloh : “Perusak hati itu ada lima, yaitu: banyak bergaul, berkhayal, bergantung kepada selain Alloh, kenyang, dan tidur. Lima hal tersebut adalah perusak hati yang utama.

  1. Banyak Bergaul (Pergaulan yang Salah)

banyak bergaul denga berbagai tipe orang menyebabkan hati orang yang bergaul tersebut menghirup berbagai macam asap nafas anak adam sehingga hatinya menghitam. Hati yang menghitam tersebut akan menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, serta melemahkannya. Hatinya akan terbebani oleh kawan-kawan jeleknya dan dia tidak mampu untuk itu. Kemaslahatan dirinya akan musnah dan tersia-siakan. Dia akan selalu disibukkan dengan berbagai macam urusan mereka. Pikirannnya akan selalu memikirkan pemenuhan keinginan-keinginan mereka. Dalam keadaan seperti itu, apakah ada waktu dan tempat di hatinya untuk Alloh dan kehidupan akherat?

Renungkanlah! Berapa banyak sakit hati yang ditimbulkan oleh banyaknya bergaul, berapa banyak nikmat yang lenyap karenanya, berapa banyak fitnah yang timbul olehnya, berapa banyak kesempatan yang hilang disebabkannya, berapa banyak bahaya besat yang ditimbulkannya, berapa banyak musibah yang terjadi karenanya. Bukankah celakanya manusia itu disebabkan oleh manusia juga?

Itulah buah pergaulan yang didasarkan kecintaan di dunia saja. Penunaian kebutuhan sebagian oleh sebagian yang lainnya. Pergaulan (persaudaraan) yang bisa berubah menjadi permusuhan. Pergaulan (persaudaraan) yang akan diakhiri dengan penyesalan. Semuanya sebagaimana yang Alloh Ta’ala firmankan:

“Dan (ingatlah) pada hari, di mana orang-orang dlolim menggigit dua tangannya, seraya mereka berkata:”Aduhai kenapa aku (dulu) tidak mengikuti rosul. Kecelakaan besarlah bagiku sekiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab. Dia sungguh-sungguh telah menyesatkanku dari Al-Qur’an ketika Al-qur’an itu dating kepadaku. Dan syetan tidaklah mau menolong manusia.””(Q.S. Al-Furqon:27-29)

“Teman-teman akrab pada hari itu (kiyamat) akan saling bermusuhan kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Q.S. Az-Zukhruf:67)

dan berkata kekasihNya:

“Tiada lain yang kalian jadikan sesembahan selain Alloh adalah patung-patung yang kalian cintai di dunia saja. Kemudian pada hari kiyamat, di antara kalian akan saling mengingkari dan di antara kalian akan saling melaknat. Dan tempat kalian adalah neraka dan kalian tidak memiliki penolong.”(Q.S. Al-’Ankabut: 25)

ada pun sisi baik dari bergaul bersama manusia adalah bergaul dengan mereka dalam masalah kebaikan, seperti menghadiri sholat jum’at dan sholat berjama’ah, sholat ‘ied, hajji, belajar ilmu (syar’i), jihad, dan nasehat. Serta menjauhi mereka dalam masalah mubah yang berlebih-lebihan.

Apabila pergaulan bersama mereka dalam masalah yang buruk tidak bisa dihindari, maka berhati-hatilah dan jangan sampai sampai menyetujui apa yang mereka lakukan. Juga harus sabar dengan siksaan yang mereka timbulkan. Karena mereka pasti akan menyakitinya apabila dia tidak memiliku kekuatan atau penolong. Akan tetapi, siksaan yang mereka buat akan menyebabkannya menjadi muilia dan orang yang disukai. Akan menyebabkan dia dihormati dan dipuji. Juga demikianlah perlakuan yang akan dia terima dari semua orang yang beriman. Juga dari Pencipta alam semseta. Sebaliknya, apabila menyetujui perbuatan mereka, maka dia akan menuai kehinaan dan kemarahan, kebencian, celaan dari mereka, juga dari orang-orang yang beriman, serta dari Pencipta alam semesta. Maka sabar atas siksaan yang mereka munculkan adalah sikap terbaik yang harus dia lakukan dan akan membuahkan akibat yang baik, serta hasil akhir yang terpuji.

Apabila harus berhubungan dengan manusia dalam masalah mubah, maka dia harus berusaha untuk mengubah majlis tersebut sebagai majlis untuk melakukan ketaatan kepada Alloh jika dia mampu.

  1. Berkhayal

khayalan adalah lautan yang tidak berombak. Lautan yang tenggelam di dalamnya orang-orang yang yang bangkrut. Sebagaimana sebuah pepatah mengatakan: “Sesungguhnya khayalan adalah harta orang-orang bangkrut yang paling berharga.” Dan selamanya gelombang khayalan adalah kebohongan. Semua khayalan tersebut adalah hampa. Lautan angan-angan akan mengombang ambingkan orang-orang yang berada di dalamnya sebagaimana anjing mempermainkan bangkai. Angan-angan adalah harta setiap jiwa rendahan, yang penuh dengan kehinaan dan murahan. Angan-angan tidak akan membuahkan terwujudnya cita-cita secara nyata. Angan-angan selamanya hanyalah khayalan jiwa belaka. Setiap pengkhayal tergantung keadaanya. Ada orang yang berangan-angan memiliki kedudukan dan kekuasaan. Ada orang yang berangan-angan bisa berkeliling dunia. Ada juga yang berangan-angan memiliki kekayaan dan harta dunia. Dan ada juga yang meangan-angankan wanita. Maka pengakhayal akan menggambarkan khayalannya di dalam pikirannya dan dia membayangkan bahwa dia telah mendapatkannya. Dia akan menikmati khayalannya. Dalam kondisi seperti itu, dia akan terkejut setelah dia bangun (tersadar) karena yang ada di hadapannya hanyalah kekosongan belaka.

Adapun pemilik cita-cita yang tinggi, maka khayalannya hanya berkisar tentang ilmu daniman. Dia akan berharap bisa beramal yang akan mendekatkan dirinya kepada Alloh. Dia akan berusaha mendekatkan dirinya kepadaNya sedekat-dekatnya. Maka khayalan orang ini adalah keimanan dan cahaya. Sedangkan khayalan para pengkhayal adalah tipuan dan kebohongan.

Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallama telah memuji pengkhayal kebaikan. Dan kadang-kadang beliau mengatakan bahwa pahala pengkhayal kebaikan sama dengan pelaku kebaikan tersebut.

  1. Bergantung kepada selain Allah (Syirik)

secara umum inilah perusak hati yang paling utama. Tidak ada perusak hati yang lebih berbahaya darinya. Tidak ada penghancur kebaikan dan kebahagian yang lebih buruk darinya. Apabila dia bergantung kepada selain Alloh, maka Alloh akan menyerahkan urusannya kepada sesembahannya. Dan Alloh tidak akan memperhatikannya. Dan orang tersebut tidak akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Apa yang dia harapkan dari Alloh tidak akan tercapai. Dan yang dia harapkan dari selain Alloh juga tidak bisa mendekatkan dirinya kepada Alloh. Alloh Ta’ala berfirman:

“Mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain Alloh agar mereka menjadi mulia. Sekali-kali tidaklah demikian. Sesembahan-sesembahan itu akan menginkari peribadatan kepada mereka dan akan menjadi musuh mereka.”(Q.S.Maryam:81-82)

alloh berfirman dalam ayat lain:

“Mereka menjadikan sesembahan-sesembahan selian Alloh agar menjadi penolong mereka. Tidaklah sesembahan-sesembahan itu dapat menolong mereka bahkan sesembahan-sesembahan itu bukanlah tentara yang dipersiapkan untuk menolong mereka.” (Q.S. Yaasiin:74-75)

dengan demikian, maka orang yang penolongnya paling lemah adalah orang yang bergantung kepada selain Alloh. Sesungguhnya maslahat dan kebahagiannya yang lenyap lebih sangatlah besar besar. Karena ketergantungan kepada selain Alloh mengantarkan ketergelinciran (dari rohmat Alloh) dan kelenyapan (dari nikmat Alloh). Permisalan orang yang bergantung kepada selain Alloh sebagaimana orang yang berlindung dari panas dan dingin ke rumah laba-laba, yaitu rumah yang paling lemah.

Secara singkat, pokok dasar kesyirikan adalah bergantung kepada selain Alloh. Pelakunya akan mendapatkan celaan dan kehilangan pelindung. Sebagaimana yang Alloh firmankan:

“Janganlah Engkau membuat tuhan yang lain bersama Alloh, agar kamu tidak menjadi tercela dan ditinggalkan (oleh Alloh).”(Q.S. Al-Isro’:22)

 

  1. kenyang

kerusakan hati yang disebabkan oleh makanan ada dua jenis:

  1. makanan yang merusak hati karena dzatnya memang perusak, seperti makanan-manakan haram. Makanan jenis ini ada dua:
    1. haram karena hak Alloh. Yaitu makanan yang Alloh tetapkan sebagai makanan haram, seperti bangkai, darah, daging babi, binatang buas yang bertaring, dan burung yang menerkam.
    2. Haram karena hak hamba. Seperti hasil curian, hasil pinjaman sebelum bilang kepada pemiliknya, hasil rampasan, barang yang diambil / diminta tetapi pemiliknya tidak ridho, baik mengambil barang tersebut dengan paksa atau dengan mencela.
  2. makanan yang merusak hati karena kadarnya / melebihi jumlah yang seharusnya. Sepeti berlebih-lebihan makan meskipun makanan yang halal, terlalu kenyang, karena kekenyangan akan menyulitkan taat kepada Alloh dan menyibukkan pelakunya untuk memenuhi isi perutnya dan dia akan selalu berusaha untuk memenuhi keingainannya. Apabila dia sudah dapat memenuhi keinginannya, maka dia akan disibukkan dengan cara melindungi dirinya dari penyakit yang timbul karena kekenyangan tersebut. Selain itu, dia akan meresa kesusahan dan berat. Kemudian syahwatnya akan menjadi lebih dominant. Dan dia akan membukakan jalan bagi syetan dan melonggarkan ruang geraknya. Karena syetan berjalan di dalam tubuh anak Adam melalui jalan darah. Itulah sebabnya shoum / puasa dapat menyempitkan ruang gerak syetan dan dapat menghalangi jalannya. Sedangkan kenyang berarti memberinya jalan dan melonggarkan ruang geraknya. Maka barang siapa yang makan banyak dan minum banyak, dia akan menanggung banyak kerugian. Dan disebutkan dalam sebuah hadits yang masyhur:

    “Tidaklah anak Adam mengisi suatu bejana yang (keadaannya) lebih jelek dari mengisi perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang sulbinya. Apabila dia harus (makan lebih banyak), maka lakukanlah sepertiga (dari bagian perut) untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk naasnya.” (H.R. At-Tirmidzy, Ahmad, dan Al-Hakim, dan Al-Albany menshohihkannya.)

  3. Tidur (sleep for Long time)

    banyak tidur akan mematikan hati. Memberatkan badan. Mengilangkan manfaat waktu. Menimbulkan kemalasan. Dan banyak tisur ini hukumnya sangat makruh sekali. Banyak tidur juga akan membahayakan badan dan tidak bermanfaat bagi badan. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur di saat sangat diperlukan tidur (sangat ngantuk). Demikian juga, tidur di awal malam lebih bermanfaat dari pada tidur di akhir malam. Tidur di tengah siang lebih bermanfaat dari pada tidur di dua ujung siang (pagi dan sore). Apabila tidur di saat dekat dengan dua ujung siang, maka manfaatnya akan semakin berkurang dan madhorotnya semakin besar. Apalagi tidur di waktu ‘ashar (atau sesudah sholat ‘ashar) dan tidur di awal siang, kecuali bagi yang malamnya tidak tidur.

    Selain itu, waktu-waktu yang dimakruhkan untuk tidur adalah waktu antara sesudah sholat shubuh dan terbitnya matahari. Karena waktu tersebut adalah emas. Maka orang yang memanfaatkan waktu tersebut berarti memiliki kelebihan yang agung, meskipun di malam hari dia juga memanfaatkan waktunya, tetapi dia tidak boleh melewatkan waktu antara sholat shubuh sampai terbit matahari. Karena waktu tersebut adalah awal siang dan kuncinya. Waktu tersebut adalah waktu turunnya rizki. (Sehingga orang yang memanfaatkannya) akan mendapatkan bagian (dari rizki) dan akan mendapatkan barokah. Karena waktu tersebut yang akan menentukan kejadian di siang harinya.

    Secara ringkas, tidur yang standar dan yang paling bermanfaat adalah tidur selama setengah malam yang pertama dan seperenam yang terakhir, yang kira-kira lamanya sekitar delapan jam. Inilah tidur yang standar menurut para dokter. Kurang dan lebihnya waktu tidur dari delapan jam akan menimbulkan ketidak seimbangan pada badan.

    Adapun tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur di awal malam sesudah tenggelamnya matahari sampai waktu ‘isya’. Karena rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallama membencinya. Maka tidur ini makruh secara syar’i dan tabiat manusia. Alloh lah tempat kita bersandar.

 

SEBAB-SEBAB YANG MELAPANGKAN DADA

 

    Berkata lagi Ibnul Qoyyim: Sebab utama untuk melapangkan dada adalah:

  1. tauhid

    kelapangan dada seseorang tergantung dari kesempurnaan, kekuat, dan bertambahnya tauhidnya. Alloh Ta’ala berfirman:

    “Apakah sama antara orang-orang yang Alloh bukakan hatinya untuk menerima islam (dengan orang-orang yang hatinya membatu?)”(Q.S.Az-Zumar:22)

    dalam ayat lain Alloh Ta’ala berfirman:

    “Barang siapa yang Alloh kehendaki untuk mendapatkan petunjuk, maka Alloh bukakan hatinya untuk menerima islam. Dan barang siapa yang Alloh kehendaki untuk sesat, maka Alloh jadikan hatinya sesak dan serasa sempuit, seakan-akan dia naik ke langit.”(Q.S. Al-An’am:125)

    maka petunjuk dari Alloh (hidayah) dan tauhid adalah sebab utama kelapangan dada. Sedangkan syirik dan kesesatan adalah seabb utama kesempitan hati dan penyimpangannya.

  2. cahaya yang Alloh bersikkan di hati seorang hamba

    cahaya itu adalah cahaya keimanan. Dan cahaya ini akan melapangkan dada dan melonggarkannya. Serta akan membuat hati gembira. Apabila cahaya ini telah hilang dari hati seorang hamba, maka hatinya akan serasa sesak dan penuh dosa. Sehingga dia meresa seakan-akan dia sedang berada di adalam sebuah penjara yang paling sempit dan paling menyengsarakan.

    At-Tirmidzy pernah meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Jami’ dari Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallama bahwasannya beliau bersabda:

    “Apabila cahaya (keimanan) telah memasuki hati, maka hati tersebut akan menjadi longgar dan terbuka (dapat menerima islam sepenuhnya).” Para sahabat bertanya: “Apa tandanya wahai rosululloh?” beliau menjawab:“Bersandar (lebih mementingkan) tempat yang kekal (akherat), berlepas diri (tidak menyibukkan diri) dari tempat yang penuh tipuan (dunia), dan bersiap-siap (menyambut) kematian sebelum kematian mendatanginya.”

    Dengan demikian, kelonggaran hati seorang hamba tergantung seberapa besar cahaya keimanan menerangi hatinya dan seberapa besar cahaya kegelapan menutupi hatinya.

  3. ilmu

    ilmu (syar’i) akan melapangkan dan meluaskan hati sampai lebih luas dari dunia. Sedangkan kebodohan akan menyempitkan hati, membatasinya, dan menahan kelonggarannya. Setiap kali bertambah ilmu seorang hamba, makahatinya juga semakin luas dan lapang. Ilmu yang meluaskan hati bukan semua ilmu. Ilmu yang dapat melapangkan dada adalah ilmu yang diwariskan dari rosul sholallohu ‘alaihi wa sallama . inilah ilmu yang bermanfaat. Orang yang mewarisinya adalah orang yang dadanya paling lapang dan hatinya paling luas, serta akhlaknya paling mulia, dan terakhir kehidupannya paling menyenangkan

  4. bersandar kepada Alloh, mencintaiNya dengan sepenuh hati, menerima ketetapanNya, dan menikmati beribadah kepadaNya.

    Tidak sesuatu pun yang lebih melapankan hati seorang hamba dari hal-hal tersebut di atas. Sampa-sampai kadang-kadang dia mengatakan: “Kalau saja aku di surga dalam keadaan seperti ini, maka aku berada dalam kehidupan yang mulia.” Kecintaan memberikan pengaruh yang sangat menakjuban untuk melapangkan dada, kemulian jiwa, nikmatnya hati, yang tidak akan dirasakan kecuali oleh orang yang memiliki perasaan. Setiap kali kecintaan bertambah dan menjadi kuat, maka kelapangan dada semakin luas. Dan dada tersebut tidak akan terasa sempit kecuali saat melihat para pelaku kebatilan, yang hati-hati mereka tidak pernah tersisi kecintaan ini. Maka melihat mereka hanyalah mengotori pandangan pemilik hati yang suci. Sedangkan bergaul dengan mereka hanya akan membikin ruhnya sakit.

    Dan salah satu penyebab utama kesempitan hati adalah menentang Alloh Ta’ala, menyandarkan hati kepada selainNya, lalai dari berdzikir kepadaNya, dan mencintai selainNya. Sesungguhnya barang siapa yang mencintai selain Alloh, maka dia akan diadzab karenanya. Hatinya akan dipenjara dalam kecintaannya tersebut. Maka di muka bumi ini tidak ada orang yang lebih sengsara darinya. Tidak ada orang yang keadaannya lebih suram darinya. Tidak ada orang yang lebih susah kehidupannya darinya. Tidak ada orang yang hatinya lebih lelah darinya. Kecintaan yang menyengsarakan ini ada dua jenis:

    1. kecintaan yang merupakan surga dunia, yaitu kebahagiaan jiwa, kelezatan hati, kenikmatan ruh, kesembuhannya, dan bahkan perhiasan pandangan adalah hanya dalam kecintaan kepada Alloh saja dengan sepenuh hati. Serta pencurahan seluruh keinginan dan kecintaan kepadaNya saja.
    2. Kecintaan yang menyebabkan teradzabnya ruh, gelapnya jiwa, terbelenggunya hati, dan sempitnya dada, yang semua itu menimbulkan penderitaan, kesusahan, dan kesengsaraan. Semua ini disebabkan oleh kecintaan kepada selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
  5. selalu berdzikir kepadaNya dalam segala keadaan dan tempat.
  6. berbuat baik kepada makhluk Alloh, memberi nafkah kepada mereka dengan harta, kedudukan, dan badan.
  7. keberanian.
  8. menghilangkan penyakit hati, karena penyakit hati adalah sifat tercela yang akan menyebabkan tertimpa kesempitan dan adzab, serta penghalang dari kesembuhan (kelapangan dada).

Hikmah Nabi Idris

Gara-gara Mbak Ully nanya soal pengajian, aku jadi pengen sharing isi pengajian karyawan Bimantara Hari Kamis kemarin.

Penceramah kemarin Ust. Fikri Thoriq Alkatiri. Beliau ini lulusan Madinah dan spesialis mengupas kisah-kisah para nabi dan rasul. Kajian yang dibawakan oleh beliau di pengajian kantor ini biasanya bersambung. Maklum waktu 75 menit tiap pertemuan memang kurang untuk mengupas kisah dan hikmah kehidupan seorang rasul. Bahasan Nabi Adam saja sampai memakan waktu 4 kali pertemuan.

Namun untuk bahasan Nabi Idris cukup 1 kali pertemuan, karena kisah Nabi Idris hanya muncul dalam 2 ayat dalam Al Qur’an. Selain itu, hadits yang meriwayatkan tentang rasul Allah yang kedua ini juga tidak terlalu banyak.

Nabi Idris AS adalah cucu keenam dari Nabi Adam AS. Nabi Idris sempat hidup sejaman dengan Nabi Adam selama 350 tahun. Nabi Idris adalah cucu ke-5 Nabi Syth–anak langsung dari Nabi Adam AS. Nabi Idris adalah penemu tulisan dan pakaian berjahit. Sebelumnya, manusia mengenakan pakaian dari kulit binatang dan tidak mengenal tulisan.

Bagi sebagian orang–termasuk aku–kisah Nabi Idris selalu dikaitkan dengan kisah terompahnya yang ketinggalan di surga. Namun menurut Ust. Fikri Thoriq, sebagian besar ulama membantah kisah ini alias tidak benar.

Sebuah ayat dalam Al Quran menyebutkan bahwa Allah mengangkat Nabi Idris AS ke tempat yang lebih tinggi–aku lupa ayat berapa. Nah, penafsiran dari ayat ini, menurut Ust Fikri Thoriq, Allah mengangkat derajat Nabi Idris AS karena keimanan dan amal baiknya. Saking cinta-Nya Allah kepada Nabi Idris AS, Allah melimpahkan semua pahala orang beriman yang hidup sejaman dengannya kepada Nabi Idris tanpa mengurangi pahala orang-orang tersebut. Subhanallah.

Dikisahkan pula, saat Nabi Muhammad SAW mi’raj, beliau bertemu dengan Nabi Idris AS di langit keempat. Nah loh? Gimana ceritanya tuh? Kenapa gak ketemu di langit ke-7??

Nah, menurut Ust Fikri Thoriq, Nabi Idris ini bersahabat dengan seorang malaikat. Namun tidak ditemukan satupun riwayat yang menyebutkan malaikat apa dan siapa, pokoknya malaikat dah.

Nah, suatu ketika, Nabi Idris AS bertanya pada malaikat sahabatnya. “Wahai malaikat, aku ingin tahu kapan ajalku datang?”

Demi menyenangkan hati sahabatnya, maka malaikat ini mengajak Nabi Idris terbang mencari malaikat Izrail (malaikat pencabut nyawa). Ketika memasuki langit ke-4, sang malaikat melihat ada malaikat Izrail disana. Maka bertanyalah malaikat sahabat Nabi Idris tersebut, “Wahai Izrail, temanku Idris ingin tahu, kapan ajalnya datang?”

“Lha, Idris-nya mana?” tanya malaikat Izrail.

“Dia ada di belakangku,” ujar malaikat sahabat Nabi Idris sambil menoleh pada sayapnya yang lebar.

Lalu curhatlah Malaikat Izrail, “Barusan aku mendapat perintah dari Allah SWT untuk mencabut nyawa seorang hamba-Nya di langit ke-4.”

Moral of the story: terkadang bukan kematian yang menjemput kita, tetapi kitalah yang mendatangi kematian itu… Dan kita tidak pernah menyangka kapan dan dimana. Masyaallah….

‘Kasih Duduk Ibu Itu Dong’

Beberapa kali saya suka curhat di sini dan di sini betapa ABG sekarang kurang empati dan gak peduli sama orang sekitar. Misalnya, cuek bebek sama ibu hamil yg gk dpt duduk di bus, sementara dia duduk nyaman.

Saya sendiri pernah naik busway sambil gendong anak dan gak dapet duduk. Padahal di hadapan saya cowok2 ABG duduk nyaman sambil pasang earphone. Melihat tidak ada gelagat satu pun ABG2 tsb yg akan memberi duduk, maka saya tegur satu dari mereka, “Maaf mas, bisa gantian duduk gak?”

Menyadari teguran saya, cowok itu spontan memberi duduk. Alhamdulillah, meskipun cuek bebek, ternyata mereka masih punya nurani.

Kejadian serupa terjadi pagi ini. Ketika berdiri di Kopaja, seorang ibu menggendong bayi naik di tengah jalan. Karena tempat duduk penuh, tentu saja si ibu terpaksa berdiri. Padahal di depan ibu itu duduk 2 ABG cewek berseragam SMA yg masih sehat. Langsung saja saya colek satu dari mereka, “Mbak, kasih duduk dong tuh”.

Barulah cewek itu mempersilakan sang ibu duduk, seraya mendapat ucapan terima kasih dari ibu yang menggondong bayi itu.

“Nah gitu, pinter,” ujarku sambil menepuk bahunya.

Moral of the story: Kayaknya jaman sekarang kudu asertif. Udah gak jaman lagi minta dimengerti tapi diem ajah. Budaya konteks tinggi (high context culture) sepertinya sudah bergeser di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta. Padahal dulu jaman kuliah KLB (Komunikasi Lintas Budaya. Red), dikatakan bahwa Asia termasuk menganut ‘high context culture’.

Keputusan saya untuk menegur para ABG itu pun bukan ingin dimengerti atau dikasihani, tapi semata-mata andil kecil saya mendidik tunas-tunas bangsa itu agar memiliki empati dan kepedulian terhadap sekitarnya… semoga.

Ironis: Gaji Pengemis Lebih Besar daripada Pekerja Keras

Air mata saya refleks menetes ketika membaca berita ini. Masyaallah…kasihan sekali nasib para transmigran itu. Janji-janji surga pemerintah tinggal pepesan kosong ketika lahan garapan yang dijanjikan tidak juga diberikan dan stok pangan serta tabungan mereka sudah menipis. Hidup di tanah perantauan menjadi terkatung-katung. Padahal aku yakin para transmigran tersebut adalah pekerja keras yang mau berusaha mengubah nasib.

Jujur saja, aku termasuk orang yang sangat mendukung program transmigrasi. Bahkan sempat terbesit dalam benak untuk ikut bertransmigrasi. Pemikiran ini berangkat dari keprihatinan dengan semakin padat dan kumuhnya Ibukota Jakarta. Betapa tidak, gelombang urbanisasi yang setiap tahun semakin meningkat, tetapi tidak dibarengi oleh jumlah lapangan pekerjaan dan perumahan. Akibatnya, hampir di setiap perempatan jalan di Jakarta ramai oleh pengemis, pengamen, asongan, dan orang-orang jalanan lainnya.

Selain menjadi kumuh dan tidak tertib, ‘pekerjaan jalanan’ tersebut jelas membahayakan diri mereka sendiri juga orang lain. Ironisnya, pekerjaan tersebut membuat mereka ketagihan lantaran ternyata penduduk ibukota begitu banyak yang dermawan. Bagaimana tidak ketagihan, lha wong dari mengemis atau mengamen saja mereka bisa mengantongi rata-rata Rp 300 ribu per hari! Jika dikali 30 hari, maka ‘gaji’ mereka sebulan mencapai Rp 9 juta! Bahkan menurut artikel ini, ada yang mencapai Rp 18 juta per bulan !!! OMG! Hayo… yang gajinya di bawah itu jangan ngiri yah hehehe…

Padahal kalau dilihat, para pengemis itu tidak sedikit juga yang bohong. Ada yang pura-pura buta, pincang, gagu, dll. Tidak sedikit juga yang sengaja menggendong bayi (yang entah anak siapa) supaya orang-orang menaruh iba dan memberikan uang. Karena itulah aku sangat mendukung perda DKI yang melarang memberikan uang untuk para gepeng (istilah untuk pengemis/pengamen jalanan). Tapi efektifkah larangan ini?

Menurutku, akar permasalahannya justru tidak tersentuh. Karena akar permasalahannya adalah tidak meratanya pembangunan di daerah-daerah, sehingga terjadilah urbanisasi gila-gilaan. Gimana tidak gila, wong gak punya kerjaan saja bisa hidup di Jakarta! Wong modal baju compang-camping saja gajinya mengalahkan orang-orang kantoran yang perlente! Sementara di desa, bertani saja sering gagal panen. Kalaupun tidak gagal, harga gabah sering melorot.

Akibatnya, Jakarta menjadi destinasi orang-orang desa yang enggan bekerja keras. Sementara orang desa yang bermental hard-worker seperti para transmigran, malah nasibnya terkatung-katung. Mereka yang enggan mengemis harus menelan pil pahit atas korupnya pemerintah. Sementara mereka yang ‘malas’ dan doyan mengemis bisa mengantongi uang banyak. Ironis…