www.kaheel7.com

Situs keren tentang fakta ilmiah mukjizat Al Quran.

kaheel7

Ir. Abdel Daim Kaheel adalah seorang peneliti tentang kemukjizatan ilmiah Al-Quran dan Sunnah yang dilahirkan di kota Homs, Suriah, tahun 1966. Ia fasih berbahasa Arab dan bahasa Inggris. Saat ini bekerja di bidang teknik pengawasan, Departemen Kehakiman, seorang ahli hukum peradilan Suriah.

Ir. Abdel Daim Kaheel adalah pengawas dan pemilik website: http://www.kaheel7.com, situs dalam sembilan bahasa ini memiliki 1500 artikel ilmiah dan penelitian. Yuk mampir… ^_^

Advertisements

Tragedi Mina ‘Sebenarnya’

Lepas sholat Jumat siang tadi, saya ngobrol dengan teman saya yang baru banget pulang dari liputan haji 1436 H tahun ini. Mas Totok Sulistiyanto, namanya. Beliau ini bertugas bersama dengan para petugas haji Kemenag. Jadi, selama 2,5 bulan Mas Totok bertugas di tanah suci, sebelum kloter pertama tiba hingga kloter terakhir pulang.

Selepas bertanya kabar dan ‘kangen-kangenan’, saya melontarkan rasa penasaran saya terkait tragedi Mina kemarin. Intinya adalah wallahua’lam bishawab tentang apa penyebab sebenarnya. Mengapa demikian? Karena sampai detik ini dugaan-dugaan yang beredar luas di media sosial tidak pernah terkonfirmasi kebenarannya. Pemerintah Saudi pun tidak pernah mempublikasikan rekaman cctv kejadian. Padahal ada ribuan cctv di sana.

Tentang isu adanya penutupan jalan, karena ada anggota kerajaan yang lewat, telah terbantahkan lewat medsos beberapa waktu lalu. Karena foto-foto yang beredar ternyata adalah kejadian satu tahun lalu. Itu pun bukan saat musim haji. Lagipula, untuk tamu VVIP, ada jalur sendiri untuk melontar jumrah, yaitu lewat bawah tanah atau naik helikopter. Terbukti dengan adanya beberapa helipad di dekat jamarat. Para tamu kerajaan pun tidak bermalam di tenda seperti jamaah haji pada umumnya. Mereka bermalam di ‘istana’ yang terletak di atas bukit batu di kawasan Mina.

Lalu, soal ledakkan gas beracun lantaran korban selamat tragedi ini hampir semuanya amnesia pun masih praduga. Sebab amnesia pun bisa terjadi pada orang yang dehidrasi, tidak harus kena gas beracun. Selain itu, pihak Saudi pun membantah adanya gas beracun tersebut.

Kemudian, dugaan adanya pasukan berani mati Syiah dari Iran yang sengaja berbalik arah untuk menimbulkan korban jiwa pun wallahua’lam bishawab. Tanpa bermaksud memihak siapapun, tapi memang berita ini tidak terkonfirmasi sampai saat ini. Terlebih perihal taqqiyyah, hanya Allah Yang Maha Tahu.

Sebagai catatan, Mas Totok cukup paham agama–Islam tentu saja. Jadi, bukan jurnalis yang awam Islamnya. Beliau juga sunni tulen.

Bagaimana dengan fakta adanya jalan yang ditutup? Menurut Mas Totok, memang benar ujung jalan 204–lokasi tragedi Mina–ditutup. Bahkan sebelum pelaksanaan wukuf pun jalan tersebut sudah ditutup dengan maksud untuk memecah arus pejalan kaki.

denah Armina oleh Mas Totok

Oret-oretan Jalan 204 oleh Mas Totok

Jalan 204 atau yang sering disebut sebagai “Jalan Arab” adalah jalan dua arah selebar 6 meter yang diapit tenda-tenda jamaah asal Timur Tengah. Jalan tersebut bukanlah jalan utama menuju jamarat. Jalan 223 (seperti tampak pada gambar) adalah jalan persimpangan di ujung jalan 204. Seperti tampak di gambar, ujung Jalan 204 memang ditutup. Bukan untuk blokade jalan karena ada tamu kehormatan lewat, melainkan untuk memecah arus pejalan kaki agar melewati Jalan 223.

Sehari sebelum insiden Mina, Mas Totok dan juga beberapa petugas dan pembimbing haji mengecek jalur menuju jamarat. Untuk jamaah haji Indonesia dan Asia Tenggara, ada jalan ‘resmi’, seperti tampak pada gambar. Jalan ‘resmi’ ini adalah jalan utama selebar 12 meter dan satu arah. Memang jalan ini tergolong ramai. Selain itu, secara jarak lebih jauh menuju ke jamarat, kurang lebih 28 km.

Pada saat mengecek jalur dari tenda Indonesia ke jamarat, mereka juga sempat melewati Jalan 204. Pada saat itu, jalan tersebut sepi, tidak seperti jalan ‘resmi’ yang merupakan jalan utama. Selain sepi, melalui Jalan 204 ini perjalanan ke jamarat juga relatif lebih cepat karena jaraknya hanya 14 km.

Namun Qodarullah, pada saat kejadian, Jalan 204 justru padat dan menimbulkan ribuan korban jiwa 😦 Wallahua’lam bishawab…

Satu hal pasti, para mukimin (orang Indonesia yang bermukim di Saudi) sangat besar jasanya untuk membuka akses bagi para petugas haji kita. Mengapa? Karena perbedaan budaya dan bahasa yang masih awam untuk kebanyakan orang Indonesia yang non mukimin menyebabkan para petugas haji Indonesia tidak mendapatkan akses, bahkan informasi tentang kondisi jamaah haji Indonesia. Bayangkan, bahkan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, pun diusir satpam dan cleaning service di lobi Rumah Sakit di Mina!

Nah, para mukimin yang fasih Berbahasa Arab dan sudah paham budaya orang Arab inilah yang bisa meluluhkan hati para asykar dan petugas-petugas Arab Saudi. Sehingga para petugas yang tadinya hanya bergeming ini alhamdulillah bisa berbalik 180 derajat sikapnya pada petugas-petugas haji Indonesia. Masyaallah…

Semoga tulisan ini bermanfaat adanya. Wallahua’lam bishawab.

Bulan Sabit & Bintang BUKAN Lambang Islam

Bulan Sabit & Bintang BUKAN Lambang Islam.

Lomba Blog dan Twit DPD RI

http://lomba.dpd.go.id/
Andai saya menjadi anggota DPD RI

8 Tips Aman & Nyaman Belanja Online

Dengan akses internet, semua orang kini dapat berbelanja online atau dikenal dengan istilah e-commerce. Ribuan toko online dengan berbagai macam barang siap memanjakan Anda. Namun, tentu saja ada bermacam risiko saat melakukan belanja online misalnya barang tak dikirim, alamat e-mail dijual pada pihak lain, atau bahkan dicurinya data pribadi pembeli.

Untuk melakukan belanja online yang aman dan nyaman, simak tips dan trik berikut ini, yang dikutip dari detikINET.

1. Lakukan Transaksi di Situs yang Terbukti Keamanannya
Situs bisa disebut aman jika memakai teknologi enkripsi untuk mentransfer informasi dari komputer pengguna ke komputer penjual. Dengan enkripsi, informasi penting seperti nomor kartu kredit bisa diamankan dengan kode tertentu untuk mencegah pencurian.

Indikasi situs yang aman salah satunya adalah Anda harus melihat ‘https:/” di alamat situs. Adanya ‘s’ di sini berarti situs tersebut bisa dikategorikan cukup aman. Biasanya, tanda ‘s’ ini tak akan muncul sampai Anda mengakses halaman order barang dalam situs.

2. Selidiki Reputasi Situs
Situs e-commerce terpercaya setidaknya menyertakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pelayanan konsumen atau untuk memesan barang. Cari tahu juga bagaimana reputasi perusahaan dalam melayani konsumennya, misalnya dengan mencari informasinya lewat Google. Jika kebetulan Anda baru pertama kali membeli lewat situs, pesan barang yang murah terlebih dahulu untuk mengamati apakah situs tersebut bisa dipercaya.

3. Baca Kebijakan Privasi dan Keamanan Situs
Setiap situs e -ommerce terpercaya punya informasi tentang bagaimana sebuah transaksi perdagangan akan diproses dalam kebijakan privasi dan keamanannya. Perhatikan seksama informasi ini agar Anda tidak dirugikan. Meski demikian, tak bisa dijamin kebijakan ini selalu diberlakukan dengan baik. Karena itu, selalu berhati-hatilah dalam bertransaksi.

4. Cari Cara Transaksi Teraman
Pilihlah cara transaksi yang aman. Direkomendasikan untuk memakai kartu kredit dibandingkan model-model transaksi lainnya.

5. Hanya Tulis Data yang Diperlukan
Ketika memesan barang, terdapat informasi pribadi yang harus disertakan seperti nama dan alamat Anda. Seringkali Anda diminta memberi informasi lainnya seperti pendapatan bulanan yang bisa disalahgunakan, misalnya untuk mengirimkan spam. Karena itu, pastikan Anda hanya menuliskan data yang diperlukan saja dalam proses transaksi. Ingat selalu bahwa pencurian data pribadi marak di internet.

6. Jaga Baik-baik Password Anda
Beberapa situs mengharuskan pengguna login dengan password sebelum memesan barang. Jaga baik-baik kerahasiaannya dan gunakan password yang sukar teridentifikasi.

7. Cetak Pesanan Anda
Direkomendasikan untuk mencetak halaman situs yang mengonfirmasi seluruh hal mengenai pesanan Anda seperti harga barang, informasi produk atau nomor pesanan. Demikian juga dengan informasi yang dianggap penting seperti Kebijakan Keamanan Perusahaan. Hal ini untuk berjaga-jaga dari kemungkinan penipuan.

8. Perhatikan Bagaimana Cara Pesanan Anda akan Dikirimkan
Biasanya, barang Anda dijanjikan akan datang dalam periode waktu tertentu. Perhatikan informasi bagaimana cara perusahaan menangani kendala jarak atau masalah pembayaran pengantaran barang. Perhatikan pula apakah barang Anda digaransi atau bisa dikembalikan jika terdapat cacat. Jika terdapat hal-hal yang mencurigakan atau tidak masuk akal, Anda bisa mempertimbangkan untuk beralih ke situs e-commerce yang lain.

Vaccination – The Hidden Truth

This is the 2 minute trailer of the shocking but extremely informative video documentary “Vaccination – The Hidden Truth” where 15 people, including Dr. Viera Scheibner (a PhD researcher), five medical doctors, other researchers, and parents’ experiences, reveal what is really going on in relation to illness and vaccines.

With so much government and medical promotion of vaccination for prevention of disease, ironically, the important facts presented here come from the orthodox medicine’s own peer-reviewed research, of which a total of well over 100,000 pages has been studied by those interviewed. The result is a damning account of the ineffectiveness of vaccines and their often harmful effects.

It shows that parents are not being told the truth by the media, the Health Department and the medical establishment, with a medical doctor, Dr. Mark Donohoe, confessing that “It is a problem for me that I am part of a profession that is systematically lying to people.”

Find out how vaccines are proven to be both useless and have harmful effects to your health and how it is often erroneously believed to be compulsory.

Many people simply refuse to believe the truth regardless of how clear it is, but the impeccable documentation presented in this amazing video has changed the minds of many who have seen it.

To see the full video, go to (Vaccination Information Service) web site http://www.vaccination.inoz.com

Why You Should Avoid Taking Vaccines

http://www.newswithviews.com/Howenstine/james.htm
Do Vaccines Actually Prevent Disease?

This important question does not appear to have ever been adequately studied. Vaccines are enormously profitable for drug companies and recent legislation in the U.S. has exempted lawsuits against pharmaceutical firms in the event of adverse reactions to vaccines which are very common. In 1975 Germany stopped requiring pertussis (whooping cough) vaccination. Today less than 10 % of German children are vaccinated against pertussis. The number of cases of pertussis has steadily decreased[3] even though far fewer children are receiving pertussis vaccine.

Pendidikan Berparadigma Al-Qur’an

Berbicara tentang pendidikan, fokusnya selalu berkenaan dengan persoalan anak, sosok manusia yang dicintai, disayangi, dan generasi yang masa depannya harus dipersiapkan. Tugas mendidik anak ini ternyata tidak mudah dilakukan, lebih-lebih pada zaman sekarang ini. Kesulitan-kesulitan menjalankan tugas mendidik itu amat terasa, terutama ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa pengaruh lingkungan sudah sedemikian kuat, bahkan melampaui kekuatan pengaruh factor-faktor pendidikan lainnya. Kenakalan remaja sudah menjadi modus berita dan topic wacana di masyarakat, termasuk di media baik elektronika maupun cetak. Wacana yang disuguhkan oleh berbagai pemberitaan yang terutama adalah kenakalan remaja, perkelahian, hubungan bebas antar-jenis, mabuk, penggunaan obat terlarang, dan bahkan tindak kekerasan yang tidak selayaknya dilakukan.

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Di samping Al-Qur’an sebagai mukjizat kenabian Muhammad, Al-Qur’an sebagai petunjuk (hudan), pembeda (furqan), penjelas (bayan), dan obat dari penyakit yang ada dalam dada (syifaa’ fis shuduur). Terkait dengan pendidikan, banyak ayat Al-Qur’an memberikan petunjuk jelas tentang bagaimana mendidik anak, salah satunya tertuang dalam Q.S. al-Jumu’ah: 2, yang artinya:

Dia (Allah) yang telah membangkitkan seorang rasul yang ummiy di antara kamu semua, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, dan mensucikan mereka, dan yang mengajarkan kitab dan hikmah; padahal sebelumnya ia berada dalam kesesatan yang nyata.

Jika tugas rasul sesungguhnya juga menjadi tugas ulama dan demikian pula menjadi tugas seorang guru. Tugas ulama dan guru intinya sama dengan tugas rasul. Berdasarkan ayat Al-Qur’an di atas, ada empat macam tugas bagi siapa saja yang berperan menjadi guru.

1.    Membacakan ayat-ayat Allah (يتلوا عليهم ءايته)
Proses pendidikan yang pertama dilakukan oleh guru adalah membacakan (tilawah) ayat-ayat Allah. Ayat Allah dibagi menjadi 2, yaitu: Ayat qauliyah dan kauniyah. Ayat qauliyah adalah hukum-hukum Allah yang tertulis dan dapat dibaca dan dipahami melalui AL-Qur’an dan Hadis. Ayat Kauniyah adalah hokum-hukum Allah yang terhampar atau tidak tertulis. Ayat kauniyah dapat dipahami dengan cara observasi, eksperimen, dan kegiatan menggunakan indera lainnya. Hasil observasi disebut ilmu atau ilmu pengetahuan.

2.    Tazkiyah
Tazkiyah terkait erat dengan penyucian jiwa. Mendidik anak tidak cukup sekedar mengisi otak dengan sejumlah informasi tapi seorang guru juga harus melakukan kegiatan tazkiyah, seperti sholat  jamaah, berzikir, puasa sunnah, sedekah, hafalan Qur’an.

3.    Mengajarkan kitab Allah
Ta’lim dilangsungkan setelah proses tilawah dan tazkiyah.

4.    Mengajarkan hikmah
Setelah ta’lim maka dilanjutkan dengan tahap yang lebih tinggi, ialah menunjukkan atau mencapai hikmah, yaitu berbagai makna mendalam dari kitab suci.

Diambil dari sini

WAVE – World Association for Vaccine Education

http://www.novaccine.com/
WAVE provides updated database of documents that concern vaccine risk and uselessness. It’s intent is to redress the balance of information available to parents on vaccination issues, acknowledge people who experience vaccine reactions, and adamantly advocate and maintain freedom of choice.

No Vaccine For My Baby

Menjelang (insyaallah) menjadi ibu, saya menjadi sangat concern terhadap pengasuhan dan kesehatan bayi. Alhasil, saya menjadi rajin browsing informasi seputar dua hal tersebut.

Belakangan, saya fokus mencari informasi mengenai vaksinasi untuk bayi dan balita, karena hal satu ini membuat saya ragu. Pasalnya, vaksin mengandung zat-zat haram dan berbahaya (beracun), seperti virus, merkuri, alumunium, darah, enzim babi, pankeas kera, ginjal janin manusia yang diaborsi. Namun di sisi lain, saya ingin anak saya tetap terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, tentu saya harus menolak pemberian vaksin kepada anak saya kelak, karena dalam Al Qur’an tertera jelas, bahwa yang HARAM itu DILARANG. Karena itu saya sempat menulis status di facebook, bahwa ini benar-benar ujian keimanan. Kepada siapa kita beriman? Kepada dokter/ahli kesehatan atau kepada Allah SWT dan rasul-Nya?

Apalagi dewasa ini, orang-orang (Indonesia khususnya) yang emoh diberi vaksin kerap dianggap aneh. Berbagai alasan medis dan (seolah) ilmiah dilontarkan oleh mereka yang pro vaksinasi, alih-alih menakut-nakuti mereka yang kontra vaksinasi.

Well, saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Semua berhak beropini dan berargumen. Toh, setiap detil perbuatan di dunia akan ada pertanggungjawabannya di akhirat nanti, ya kan?

Anyway, setelah tanya sana-sini, diskusi sana-sini, juga membaca referensi dari sana-sini… bismillah, saya memutuskan tidak akan memberi vaksin untuk anak-anak saya kelak. Kenapa?

Zat Haram dan Berbahaya Dalam Vaksin

Seperti yang sudah saya sebut di atas, bahwa vaksin mengandung zat-zat haram dan bersifat toxic atau racun. FYI, vaksin merupakan suatu produk biologik yang terbuat dari kuman/virus, komponen kuman/virus, atau racun kuman/virus yang telah dilemahkan atau dimatikan yang digunakan untuk merangsang kekebalan tubuh seseorang.

Dalam proses pembuatannya pun, kuman/virus tersebut dibiakkan dalam organ tubuh hewan yang haram, seperti babi. Bahkan kompenen pembuat vaksin pun tidak kalah menjijikkan, najis, bahkan haram, seperti darah, enzim babi, dan embrio bayi yang digugurkan.

Selain haram, vaksin juga mengandung zat berbahaya. Misalnya vaksin DPT buatan Sanofi Pasteur dengan merk ‘Adacel’, mengandung Formaldehyde, Glutaraldehyde, 2-Phenoxyethanol, Pertussis toxin, Filamentous hemagglutinin (FHA), Aluminum phosphate, Diphtheria toxoid, Tetanus toxoid.

Ketidakefektifan Vaksin

Apakah bayi-bayi yang sudah divaksin dijamin aman dari penyakit tertentu? Jawabannya TIDAK! Hal ini karena vaksinasi sendiri menimbulkan sejumlah resiko. Bukan resiko demam setelah divaksin lho, tetapi resiko yang lebih serius.

Sebenarnya banyak sekali temuan yang tidak dipublikasi luas tentang bahaya vaksin. Mengapa? Karena jika terpublikasi luas, tentu saja pabrik pembuat vaksin bisa bangkrut!

Penyebaran penyakit pertusis misalnya, ternyata tidak dapat dicegah melalui vaksinasi. Berikut ini kutipan seorang ahli kesehatan. Dr. James Howenstine, MD., yang saya ambil dari sini :

“In 1986 there were 1300 cases of pertussis in Kansas and 90 % of these cases occurred in children who had been adequately vaccinated. Similar vaccine failures have been reported from Nova Scotia where pertussis continues to be occurring despite universal vaccination. Pertussis remains endemic[4] in the Netherlands where for more than 20 years 96 % of children have received 3 pertussis shots by age 12 months.”

Beberapa pendapat lain dari para pakar yang saya ambil dari sini tentang vaksin :

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

Konspirasi Di Balik Kewajiban Vaksinasi

Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.

Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tahu bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut. Pernahkah berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?

DNA berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya. Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tahu asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut. Intinya, propaganda kewajiban vaksinasi tujuannya tak lain adalah melemahkan generasi muda. Nauzubillahiminzaliik…

Jujur saja, sebelum berdiskusi dan membaca sejumlah referensi seperti yang saya tulis di akhir tulisan ini, saya sempat ragu jika harus menjauhkan anak saya kelak dari vaksin. Tetapi ternyata banyak saksi hidup yang tumbuh dewasa dengan sehat wal afiat tanpa vaksin. Suami saya salah satunya. Ia tidak pernah divaksin sejak lahir. Beberapa teman saya juga mengalami hal serupa. Dan alhamdulillah mereka tumbuh dengan sehat dan cerdas.

Well, kalau kita kembali kepada Al Qur’an dan Hadits, cukuplah kita ‘mengimunisasi’ anak-anak kita dengan cara-cara yang dianjurkan Allah dan rasul-Nya, antara lain dengan ASI hingga dua tahun dan mentahniknya saat baru lahir. Hanya Allah sumber segala ilmu…

Jadi, masih mau memvaksin anak keturunan Anda?

Dari berbagai sumber:
http://books.google.co.id/books?id=lsiXhIC9sXkC&printsec=frontcover&dq=deadly+mist&hl=id&ei=d3rKTLfMB86HcaWZxcAO&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCgQ6AEwAA#v=onepage&q&f=false
http://en.wikipedia.org/wiki/Vaccine_controversy
http://books.google.co.id/books?id=ViexJgBVZksC&printsec=frontcover&dq=vaccine&hl=id&ei=MTC9TIUEh6Zwkq_g_w0&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&ved=0CDYQ6AEwAw#v=onepage&q&f=false
http://books.google.co.id/books?id=EahoRAAACAAJ&dq=vaccine&hl=id&ei=MTC9TIUEh6Zwkq_g_w0&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=3&ved=0CDIQ6AEwAg
http://www.eramuslim.com/konsultasi/sehat/halal-haram-vaksinasi.htm
http://www.halalguide.info/2009/05/04/kehalalan-vaksin/
http://elfrieda.wordpress.com/2008/11/10/vaksinasi-perlukah-bahaya-imunisasi/#comment-26
http://www.halalguide.info/2008/09/22/pedoman-berproduksi-halal-di-rph-dan-restoran/
http://www.shirleys-wellness-cafe.com/vaccines.htm
http://ustadzrofii.wordpress.com/2010/08/25/imunisasi-dan-strategi-yahudi/
http://www.mahdi-antichrist-freemasonry.com/
http://www.novaccine.com/
http://www.newswithviews.com/Howenstine/james.htm
http://dinkes.acehprov.go.id/dinkes/uploadfiles/data2006/kamus_dinkes/v.pdf