Lomba: Kisah Gokil di Sekolah

http://leylahana.blogspot.com/2012/05/info-lomba-kisah-gokil-di-sekolah.html

Advertisements

Sarjana Wajib Mengajar

“Di Jawa sarjana terbuang. Di Papua sarjana kurang,” ungkap seorang guru asal Merauke, Papua, yang tidak sempat saya tanya namanya.

Obrolan bermula dari membunuh kejenuhan macet di sore hari menjelang pergantian tahun. Meskipun awalnya basa-basi, namun obrolan dengan pak guru di angkot 06 jurusan Kp Melayu-Gandaria, Jakarta, cukup mengetuk hati saya.

Pak guru matematika yang ternyata juga kepala sebuah SD swasta di Merauke ini harus merangkap satpam di tempat ia bekerja. Pasalnya, hanya 4 guru yang bertugas di SD-nya. Sehingga 1 guru harus mengajar lebih dari 1 kelas.

Kondisi serupa dialami sekolah-sekolah lain di Papua. Bahkan menurutnya, rata-rata kualifikasi guru di sana tamatan SMA dan D2. Jarang sekali yang S1.

“Ada juga guru sukwan (sukarelawan. Red) dari Jawa,” ujarnya. Tapi tetap saja jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan tenaga pengajar di sana.

Saya jadi bepikir, kenapa tidak pemerintah membuat program yang intinya mengatasi pengangguran di Pulau Jawa sekaligus pemerataan pembangunan & pendidikan di wilayah Timur Indonesia.

Andai saya menjadi anggota DPD RI, saya akan mencetuskan program ‘Wajib Mengajar‘. Saya akan menggandeng seluruh anggota DPD RI dari seluruh daerah di Indonesia untuk berkolaborasi dengan Kemendikbud dan seluruh pemda. Tujuannya adalah membuat program ‘wajib mengajar di daerah minus guru’ sebagai syarat mengantongi ijazah S1 di semua perguruan tinggi di daerah yang kelebihan sarjana, seperti Pulau Sumatera dan Jawa.

Program ini sendiri mirip seperti Praktek Tidak Tetap (PTT) untuk para calon dokter umum, dimana para calon dokter diwajibkan berpraktek di puskesmas di pelosok tanah air dalam jangka waktu tertentu, sebagai syarat kelulusan. Demikian pula dengan Wajib Mengajar. Para sarjana yang telah lulus secara akademis diwajibkan mengajar di pelosok tanah air dalam jangka waktu tertentu, sebagai syarat mendapatkan ijazah sarjana.

Andai pun saya tidak menjadi anggota DPD RI, saya tetap berharap program seperti ini benar-benar akan terwujud demi Indonesia yang lebih baik… Semoga.

Resep CINTA ala Mbakje

Usai mengucapkan ijab kabul, lelaki itu resmi menjadi suamiku. Rasanya tak percaya. Dalam hitungan detik aku resmi menikah dengan seseorang yang sebelumnya ‘orang lain’ buatku. Semudah itukah menikah? Mengapa dalam Qur’an, Allah menyebut ijab kabul sebagai ‘mitzaqan ghaliza’ atau perjanjian yang berat?

Rumah tanggaku dan suami masih seumur batita. Belum pantas rasanya untuk berbagi resep cinta. Namun syukur alhamdulillah di usia pernikahan hampir 3 tahun ini kami masih ‘survive‘, mengingat tidak sedikit pasangan yang bercerai pada usia pernikahan kurang dari 2 tahun.

Ya, aku menyebutnya ‘survive‘, karena tidak sedikit kerikil tajam dan jalanan terjal yang harus kami lalui. Tidak sedikit pula keringat dan air mata yang telah kami cucurkan. Sangat benar apa yang Allah katakan tentang ‘mitzaqan ghaliza’. Bahkan Ia menyetarakan janji pernikahan setara dengan janji para nabi.

Lantas apa yang membuat kami survive?

C.I.N.T.A

Ya, cinta! Cinta kepada Allah! Lho kok? Kenapa bukan cinta kepada pasangan?

Kata grup nasyid Raihan, “Kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi. Kasih Tuhan tiada bertepi, sayang Tuhan janji-Nya pasti”.

Ibaratnya, ketika sedang manyun sama suami, mungkin gak sih rasa cinta kita pada suami hadir? Lha wong sama orang tua sendiri saja terkadang muncul rasa sebal, apalagi dengan suami/istri yang notabene ‘orang lain’. Namun ketika istighfar dan asma-Nya terucap, seketika itu juga kekuatan cinta-Nya menyeruak di sela-sela hati yang sedang mengeras. Ketika cinta pada Allah hadir, maka ego dapat diluluhkan dan kesabaran pun dapat hadir, hingga cinta kepada suami/istri bersemi kembali. Trust me, it works!

Untuk sepasang saudaraku, Mbak Anies & Angga yang sedang menyongsong 6th aniversary, aku doakan semoga cinta kepada Allah selalu hadir dalam rumah tangga kalian, sehingga seterjal apapun jalan yang dilalui, cinta kalian berdua tetap bersemi, sehingga pernikahan kalian berdua menjadi bahtera yang membawa ke surga.. Amin.

Mohon doa juga agar rumah tangga Mbakje dan Masyekh senantiasa diliputi CINTA pada Allah… Amin Ya Robbal’alamin.