www.kaheel7.com

Situs keren tentang fakta ilmiah mukjizat Al Quran.

kaheel7

Ir. Abdel Daim Kaheel adalah seorang peneliti tentang kemukjizatan ilmiah Al-Quran dan Sunnah yang dilahirkan di kota Homs, Suriah, tahun 1966. Ia fasih berbahasa Arab dan bahasa Inggris. Saat ini bekerja di bidang teknik pengawasan, Departemen Kehakiman, seorang ahli hukum peradilan Suriah.

Ir. Abdel Daim Kaheel adalah pengawas dan pemilik website: http://www.kaheel7.com, situs dalam sembilan bahasa ini memiliki 1500 artikel ilmiah dan penelitian. Yuk mampir… ^_^

Advertisements

You Will When You Believe

There can be miracles
When you believe
Through hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

(“When You Believe” sung by Mariah Carey & Withney Houston)

Dalam 3 tahun ini, 2 buku–selain Al Qur’an–yang paling sering kubaca adalah “Quantum Ikhlas” dan “Law of Attraction“. Selain karena bukunya handy dan mudah dipahami, tapi alasan utama sering baca buku itu adalah karena BUTUH. Yup, aku butuh diingatkan bahwa apa yang kita inginkan sesungguhnya telah tersedia di alam raya ini, tinggal bagaimana kita meraihnya.

Sering aku mendengar keluhan orang-orang di sekelilingku tentang keinginan-keinginan yang tidak tercapai. Sebenarnya,–menurut 2 buku itu–bukan keinginan itu yang tidak tercapai, tapi mereka tidak berusaha meraihnya. Mereka terlalu fokus pada hal-hal yang TIDAK mereka inginkan, bukan pada APA YANG DIINGINKAN.

Jujur, aku pun kadang terjebak pada pikiran seperti yang dikeluhkan oleh orang-orang di sekelilingku itu. Itulah sebabnya aku butuh diingatkan bahwa Allah memperkenankan setiap doa, dimana doa adalah keinginan. Aku butuh diingatkan bahwa Rasulullah berpesan agar kita selalu yakin dalam memanjatkan doa. Dan salah satu upayanya dengan membaca lagi 2 buku itu.

Well, sebenarnya ada banyak banget buku motivasi yang bisa dibaca yang menurutku intinya sih sama aja… tapi karena kebetulan cuma punya 2 buku itu dan aku suka bangett, pas gitu di otak dan di hati … jadi ya yang dibaca itu. Apalagi buku “Quantum Ikhlas” memaparkannya lewat perspektif Al Qur’an, jadi ya cucok deh buatku yang muslim.

Sedikit sharing… Aku membaca ulang buku itu dan mempraktekkannya ketika ingin hamil dan menjelang persalinan. Alhamdulillah Allah mengabulkan apa yang kuinginkan!!! Ini bener lho, gak lebay.

Masih terngiang dalam ingatan rasa takut memasuki bulan ke-9. Yup, ada sedikit ketakutan untuk melahirkan, baik normal maupun cesar…. Meskipun lebih takut kalo melahirkan cesar sih . Selain karena takes plenty of money, melahirkan cesar yang aku tahu resikonya lebih banyak ketimbang normal. Dan aku adalah orang yang suka segala sesuatu yang alami.

Karena itulah aku tidak memfokuskan pikiranku pada hal-hal yang TIDAK aku inginkan, tetapi fokus pada apa yang AKU INGINKAN, yaitu: insyaallah aku melahirkan dengan mudah dan alami. Alhamdulillah itulah yang aku alami.

Selain memanjatkan apa yang aku inginkan lewat doa, ikhtiar atau usaha tentu saja diperlukan. Usaha dan doa adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan, mereka berjalan beriringan, dimana jerih payah kita akan memperkuat keyakinan terkabulnya doa kita, dan doa adalah spirit yang menjiwai usaha.

Karena itulah aku rajin berenang setiap pekan agar dapat melahirkan dengan mudah dan alami–selain karena hobi dan manfaat olah raga tentunya . Selain berenang, aku juga rajin yoga untuk ibu hamil (senam hamil) di rumah dengan instrukturnya VCD . Dan karena aku orang visual, maka berkali-kali aku putar video animasi 3D proses kelahiran alami yang kuunduh dari youtube.

Lantas, apakah ketakutan-ketakutan itu hilang? Tidak. Aku berdamai dengan ketakutanku. Aku yakin, ketakutan atau kekhawatiran itu ada agar kita bertindak antisipatif. Yup, aku tetap melakukan langkah antisipatif terhadap ketakutanku itu–tetapi tidak fokus di situ lho–antara lain dengan menabung sejak usia kandungan 1 bulan, jaga-jaga kalau aku terpaksa di-cesar. Selain itu juga berusaha menetralkan pikiran tentang kelahiran cesar.

Ketakutan pada rasa sakit menjelang persalinan normal juga aku antisipasi dengan mempelajari beberapa pose melahirkan dan teknik pernapasan. Di samping tas travel persiapan melahirkan, aku juga menyiapkan 1 kantong plastik besar berisi bantal empuk yang sudah disarungi sarung bantal katun yang adem. Sekedar jaga-jaga kalau aku harus berjam-jam menahan mules/rasa sakit di RS. Berbagai mp3 musik-musik relaksasi dan murotal juga sudah aku copy ke ponsel. Karena aku tidak ingin memakai obat penghilang rasa sakit.

Hasilnya? Alhamdulillahirabbil’alamin bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan… proses melahirkanku lancar, mudah dan alami persis seperti apa yang aku inginkan. Hanya 2,5 jam mules, terus langsung brojol. Dan aku tidak membutuhkan musik relaksasi dan bantal empuk. Alhamdulillah…. Allah tidak pernah ingkar janji, bahwa Dia pasti memperkenankan doa hamba-Nya.

Semoga curhat ini bermanfaat buat yang baca dan juga buat mengingatkan diriku sendiri. Yakinlah, You will when you believe!

The Quran Codes

Mengapa ayat pertama Surat Al Baqarah berbunyi “alif lam mim”?
Mengapa ayat pertama Surat Ali Imran berbunyi “alif lam mim”?
Mengapa ayat pertama Surat Yunus berbunyi “alim lam ra”?

Dalam sebagian besar keterangan dalam terjemahan Al Quran menyebutkan bahwa makna huruf-huruf tersebut hanya Allah yang tahu. Benarkah demikian? Jika memang itu rahasia Allah, mengapa Ia menyampaikan pesan tersebut kepada umat manusia?

“Inilah PR dari orang-orang tua kita dulu. Masalahnya mereka tidak buat PR. Kalau ditanya, orang-orang tua dulu cuma jawab bahwa itu rahasia Allah,” ujar KH Fahmi Basya, instruktur Sains Spiritual Quran (SSQ) dalam ceramahnya.

Jujur, awalnya aku sama sekali tidak tertarik dengan kajian yang diadakan di Masjid Raya At Tin ini. Lebih baik tilawah, pikirku. Ternyata, pertanyaan-pertanyaan di atas cukup mengganggu rasa penasaranku.

Mengapa surat-surat yang diawali dengan 3 huruf tunggal antara lain surat ke-2, 3, 11, ….?
Ternyata angka-angka surat tersebut membentuk suatu deret matematika yang kemudian memunculkan kode-kode yang sarat makna.

Subhanallah… mataku langsung tertarik pada penjelasan sang ustadz yang mempresentasikan materinya lengkap dengan in focus, layar, dan sound system. Aku seperti diajak menjelajahi kode-kode seperti dalam buku The Da Vinci Code.

Lewat penjelasan singkatnya, ada beberapa kode angka dalam Al Quran yang sering diulang-ulang, yaitu angka 6, 19, 23, 11, 19. Semua angka-angka itu merujuk pada angka 50 (gue lupa perhitungan matematisnya gimana. Red). Angka 50 ini tak lain adalah ‘waktu 50’, yaitu realitas waktu yang tengah kita jalani sekarang. Itulah sebabnya mengapa perintah sholat wajib pada awalnya adalah 50 waktu.

Intinya, Allah berbicara pada manusia lewat kode-kode angka ini. Al Quran yang terdiri dari 114 surat dan 632632 ayat ini sarat akan makna jika dibedah dari berbagai sisi. Subhanallah… Seketika itu juga, aku merasa menggenggam semesta. Al Quran mungil yang ada di tanganku saat itu berisi jutaan informasi tentang alam semesta, seperti kromosom manusia yang super mikroskopis yang berisi jutaan informasi/kode genetik seorang manusia

“Ini sudah jadi mata kuliah di UI lho!” ujar penulis buku best-seller Matematika Islam yang juga dosen matematika Islam di UIN Jakarta ini.

Subhanallah… aku jadi penasaran baca bukunya. Seharusnya buku ini lebih dahsyat dari The Da Vinci Codes.