Kaya dengan Sedekah

Beberapa tips menjadi kaya dari masukan Ustad Yusuf Mansur:

  1. Shalat Dhuha 4 rakaat (dilaksanakan dalam 2 rakaat – 2 rakaat) dapat membuka pintu rizqi
  2. Meminta pada Allah saat Shalat Tahajjud
  3. Memelihara dan memberi makan anak yatim
  4. Sedekah 10% dari penghasilan, karena 2,5% saja tidak cukup
  5. Sedekah 10% dari jumlah yang diinginkan. Dengan konsep ini, jika kita ingin membeli rumah seharga Rp 100 juta, maka kita harus bersedekah sekitar Rp 10 juta terlebih dahulu. Karena beginilah matematika sedekah menurut Ustad Yusuf Mansur

    10 – 1 = 19

    Dalam matematika biasa memang 10 – 1 adalah 9. Namun karena Allah menjanjikan balasan 10x lipat, maka minimal kita akan mendapatkan 19. Jika perhitungan dilanjutkan maka akan seperti ini:

    10 – 2= 28
    10 – 3= 37
    10 – 4= 46
    10 – 5= 55
    10 – 6= 64
    10 – 7= 73
    10 – 8= 82
    10 – 9= 91
    10 – 10= 100

    Jadi sekarang agak ‘masuk akal’ kan jika ingin beli rumah Rp 100 juta maka harus bersedekah Rp 10 juta dulu :)

  6. Tambahan dari saya mungkin bisa dicoba. Saya selama ini bersedekah untuk sesuatu yang sifatnya dapat berlipat ganda. Misalnya, sedekah untuk pendidikan anak, sedekah untuk alat ibadah, dll, yang kemungkinan pahalanya dapat saya bawa hingga mati (karena terus mengalir).

PS. dicopas dari sini

Ngasih 500 Dapat 10 Kali Lebih

Buat yang sering dengar ceramah Ust. Yusuf Mansyur dan sudah baca buku 7 Keajaiban Rezeeki, mungkin tulisan saya ini sudah basi. Tapi at least saya ingin berbagi pengalaman saya…

“Barangsiapa berbuat baik (termasuk sedekah), maka Aku balas 10 kali lipat,” demikian firman Allah di Surat Al An’am, ayat 160. Dan inilah inti ceramah Yusuf Mansyur di setiap kesempatan.

Intinya adalah sedekah, sedekah, sedekah. Dimana dengan memberi, Allah akan melipatgandakan pendapatan (materi) kita. Meskipun awalnya berat, tapi Allah berjanji memberi balasan 10 kali lipat. Dan ini diperkuat dengan berbagai kesaksian dari para jamaah yang telah bersedekah.

Saya baru tahu–setelah dengar ceramah dan baca buku–bahwa sedekah boleh tidak ikhlas (kalo bisa ikhlas lebih baik lagi. Red). Wong Allah sudah menjanjikan ganjaran kok. Jadi gak apa-apa kalau kita sedekah karena mengharapkan ganjaran dari Allah. Tentu saja karena Allah tahu bahwa makhluk ciptaan-Nya adalah makhluk berpamrih.

Back to my story… Dalam rangka membuktikan firman Allah di Surah Al An’am ayat 160, di suatu pagi, saat naik Kopaja menuju kantor, saya memberikan 500 perak kepada seorang pengamen yang menurut saya cukup santun dan menyanyi dengan sepenuh hati (gak sekedar kecrek-kecrek. Red). Saya pikir, pagi itu dia pasti belum sarapan seperti saya. Lumayan lah 500 perak bisa beli aqua gelas .

Sambil menjatuhkan Rp 500 ke dalam kantung bekas wadah permen milik sang pengamen, saya membatin, “Kalau firman Allah benar, maka insyaallah saya akan dapat minimal Rp 5000.”.

Setelah melupakan kejadian pagi tadi, pada sore hari terjadi sesuatu yang tak terduga. Seorang teman memberikan sebuah amplop untuk saya. Menurutnya, ini adalah imbalan karena saya telah membantu dia beberapa hari lalu. Ketika saya buka, ternyata nominalnya lebih dari 10 kali lipat! Subhanallah… Inikah hasil sedekah saya tadi pagi? Wallahua’lam bishawab…

PS. Thanks to Ophie for the ‘spirit’