Mendaki Air Terjun Bersama Balita

Kai (4 th) pingin banget lihat air terjun dan sungai di gunung. Ini karena sering saya pertontonkan video murotal Al Quran yang visualisasinya pemandangan alam, termasuk air terjun dan sungai-sungai yang jernih airnya.

Kebetulan Kamis (28/05) lalu sekolahnya Kai mengadakan karya wisata ke Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor. Maka sejak jauh hari saya mencari informasi tentang perjalanan ke Air Terjun Curug Jaksa yang berada di area TSI ini. Menurut hasil googling dan survey di youtube sih, medan menuju air terjun ini cukup mudah dijangkau, terutama untuk anak-anak usia balita. Namun ketika saya mengutarakan keinginan kami ini kepada kepala sekolahnya Kai, beliau tidak menyarankan–padahal beliau sendiri belum pernah ke sana 😦

Saya agak galau juga saat Ibu Kepala Sekolah tidak menyarankan, namun hati kecil saya yakin bahwa medannya sangat mudah dijangkau. Ditambah lagi, Kai sangat-sangat ingin lihat air terjun. Kesempatan langka buat kami yang tinggal di kota besar untuk merasakan segarnya air terjun.

Maka, saat tiba di area TSI, saya minta pendapat beberapa karyawan TSI tentang medan menuju Curug Jaksa untuk anak-anak.

“Jaraknya cuma 100 meter kok, Bu,” ujar salah seorang penjaga toilet di TSI.

“Kalau anaknya capek, ya pelan-pelan saja jalannya,” timpal petugas yang lain.

Berbekal testimoni mereka, saya makin yakin kalau perjalanan ke Curug Jaksa ramah anak. Maka, setelah mengisi perut di area Baby Zoo, kami pun membulatkan tiket pergi ke sana. Kami lalu menuju Plaza Gajah untuk membeli tiket kereta wisata seharga Rp 20 ribu per orang untuk keliling seharian. Begitu kereta datang, kami segera naik dan ikut berkeliling area TSI.

Jalan masuk Curug Jaksa berada di tempat parkir paling belakang TSI, dimana medannya berupa tanjakan cukup curam. Karena itu, untuk menghemat tenaga, sebaiknya memang naik kereta wisata menuju ke sini.

Gerbang menuju Air Terjun Curug Jaksa

Gerbang menuju Air Terjun Curug Jaksa

Jarak dari gerbang Curug Jaksa ke lokasi air terjun hanya 100 meter, which is deket banget!! Tak perlu khawatir terpeleset, karena medan pendakian ini sudah dibuat tangga-tangga bersemen oleh pihak TSI. Sejak mendaki tangga-tangga tersebut pun sudah terdengar suara gemericik air terjun.

Kai dengan sangat mudah dan semangat sampai di lokasi. Ia begitu terpukau melihat air terjun untuk pertama kalinya. Adiknya, Qudsi (11 bln), yang saya gendong pun ikut bersemangat. Qudsi tak henti-hentinya berteriak senang. Ia bahkan ingin ikut main air seperti kakaknya 😀

Alhasil, kami menghabiskan waktu satu jam lebih di sana. Apalagi kalau bukan main air hehehe… Qudsi pun tak mau kalah sama kakaknya 🙂 Bedanya, Qudsi tak lepas dari pegangan saya karena dia belum bisa jalan, tapi maunya jalan sendiri wkwkwkwk ^_^

Qudsi ikut main air

Qudsi ikut main air

Kai sueneeeng banget

Kai sueneeeng banget

Airnya dingiiin tapi suegeeerrr ya Kai :)

Airnya dingiiin tapi suegeeerrr ya Kai 🙂

Advertisements

Sepenggal Banjir Jakarta Hari Ini

Seperti tahun lalu, di tanggal yang sama Jakarta hari ini kembali terkepung banjir. Inilah sepenggal bingkai banjir Jakarta di daerah rumah saya…

akses menuji jl cililitan kecil I

akses menuji jl cililitan kecil I (photo by mbakje)

jl raya kalibata

jl raya kalibata (photo by mbakje)

view from fly over kalibata

view from fly over kalibata (photo by mbakje)

pengungsi banjir di kolong fly over jl kalibata (photo by mn habibie)

pengungsi banjir di kolong fly over jl kalibata (photo by mn habibie)

Dasi Kupu-kupu

Kai Gaya

Kai (2,5 th) bergaya di depan kamera dengan dasi kupu-kupunya ^^

Photo by Mas Syekh

Fisioterapi

Fisioterapi

Setelah seminggu keluhan low back pain (LBP) tidak kunjung mereda meski sudah terapi gerakan sholat, maka sejak 5 hari lalu saya ke dokter dan menjalani fisioterapi di RS Hermina Jatinegara. Dengan kombinasi gerakan sholat dan gerakan senam, alhamdulillah LBP saya berkurang. Mudah-mudahan Allah segera memberi kesembuhan, amiin..

Rel di Bandara

Kai @airport

Kai @airport

Kai (2 th) sangat terpukau dg segala hal yang berbau kereta api. Sampai-sampai ketika saya ajak ke lantai paling atas Bandara Soekarno Hatta untuk lihat pesawat lepas landas, dengan semangat dia teriak, “Tuh, rel tuh!” 😦
via PicsArt Photo Studio

Banjiiiirrrrr!!!

Banjiiiirrrrr!!!

Kampungku, Cililitan Kecil-Jakarta Timur, banjir, mati lampu, mati air sejak semalam (15/01) sekitar pukul 19:00 WIB. Semoga banjir segera berlalu *sigh*

Oleh-oleh Liburan

Libur jelang akhir tahun 2012 kemarin Kai main ke rumah Eyang-eyang (tante-tante saya. Red) di Beji, Depok, Jawa Barat. Kai senang sekali, karena bisa jalan-jalan dalam arti yang sebenarnya, yaitu berjalan-jalan di atas lapangan rumput yang luaaas sekali. Maklum, di rumah Kai di tengah kota tidak ada tanah lapang. Ini dia oleh-olehnya 🙂

Topi Saya Bundar

This slideshow requires JavaScript.

Topi saya bundar. Bundar topi saya. Kalau tidak bundar, bukan topi saya…

Kai Gaya

Kai gaya di depan kamera hape…

Mengenang Haji 1427 H

This slideshow requires JavaScript.

Menjelang Bulan Dzulhijah 1433 H ini, ada sedikit kangen pada tanah suci. Ingin sekali kembali ke sana. Namun apa daya tangan belum sampai :). Foto-foto ini sedikit kenangan saat haji akbar 1427 H bersama ibunda tersayang… Labaikallahuma labaik…