Mendadak ‘Kreatif’

Belakangan postingan FB dan IG saya marak dengan ‘sulap’ baju-baju dengan tagar #refashion #recycle #upcycle #transformation #DIY. Semua ini bukan tanpa alasan, karena sejak sebelum Ramadan kami sudah mengosongkan isi lemari dan memilah baju-baju yang tidak dipakai lagi.

IMG_20170604_104334_985

Hasil mutilasi legging lama jadi ekstension lengan dan karet celana hamil

Maklum, karena kami memang mau pindah rumah. Semua perabot besar seperti lemari, tempat tidur, dan rak buku sudah tertata rapi di rumah baru kami. Kini tinggal isi lemari dan penghuninya yang belum menempati rumah baru karena Kai masih sekolah di domisili lama.

Karena itu, PR kami sekarang adalah menyalurkan baju-baju bekas tersebut kepada yang berhak dan mau. Sebagian besar baju, atasan, bawahan, dan kerudung sudah tersalurkan. Kami mengundang tetangga dan handai taulan ke rumah untuk memilih sendiri baju-baju tersebut. Namun demikian, tidak sedikit juga yang tersisa karena banyak faktor. Mungkin karena ada kancing/ritzleting yang lepas, ukuran tidak cocok, model sudah tidak refashionable, ada noda yang susah hilang, dll.

Meskipun saya tidak pandai menjahit, saya benahi baju-baju tersebut menjadi layak pakai, mulai dari memasang kancing, menjahit yang sobek, hingga me-refashion baju-baju tersebut.

IMG_20170611_073304_768

Refashion jaket haji jadul

Ide-ide refashion saya dapat dari Pinterest. Kebetulan saya yang tengah berbadan dua juga membutuhkan baju dan dalaman hamil dan menyusui yang praktis, sementara kalau beli baru harganya mihil bingits. Apalagi saya membutuhkannya cukup banyak. Ditambah lagi, anak-anak membutuhkan lebih banyak celana ganti. Karena kotor atau basah sedikit saja mereka langsung minta ganti. Sementara kalau beli baru kok ya eman-eman duitnya untuk beli celana main saja… mending beli baju koko buat lebaran hehehe.

IMG_20170608_110419_653

Kaos dengan noda susah hilang jadi celana anak + kamisol (bisa buat dalaman menyusui)

So, jadilah baju-baju bekas yang ‘tidak laku’ dikasih ke orang ini saya mutilasi jadi sesuatu yang bermanfaat dan memang kami butuhkan.

IMG_20170609_060302_663

Mutilasi CD jadi sport bra (bisa untuk busui)

IMG_20170608_115508_055

Bra bekas jadi kantong

Advertisements

Hijab ala Mbakje

Saya bukan tipe orang yang fashionable, pun suka ikut-ikutan tren mode. Tapi jujur saja, perkembangan busana muslimah saat ini begitu beragam dan sangat kreatif. Ketika dulu pilihan busana muslimah yang ngetren–menurut saya–kurang syar’i, kini pilihan modenya banyak pula yang nyar’i. Syar’i yang saya maksud antara lain longgar, tidak terlalu tipis, menutup dada dan lekuk tubuh.

Alhasil, saya jadi suka browsing hijab tutorial ala hijabers dan browsing kreasi busana muslimah karya hijabers community, salah satunya karya Ghaida Tsuraya (putri pertama Aa Gym). Karena menurut saya, kreasi berlabel GDa ini cukup nyar’i 🙂

Mode jilbab atau hijab ala “Hijabers Community” yang mix & match ini jadi menginspirasi saya untuk mendaur ulang baju-baju jadul yang menuh-menuhin lemari tapi jarang banget dipake karena gayanya yang old fashion alias ndeso hehehe…

Hasilnya, daster long dress murmer bermotif tie dye saya beri ikat pinggang (belt) supaya nggak berkesan daster banget gituh. Lalu, untuk menutup dada dan lekuk tubuh samping saya aplikasikan rompi panjang berbahan kaos. Untuk kerudung, ciput ninja warna hitam saya kombinasikan dengan jilbab segi empat berbahan haicon emboss berwarna gradasi orange muda-tua. Aplikasinya improvisasi ajah deh pokoknya. Dan.. Voila! Beginilah jadinya 🙂

Image

head scraf: ciput ninja + haicon emboss
outfit: daster (long dress) jadul + belt + rompi panjang